Yogyakarta — Direktorat Sumber Daya Manusia/Sekolah Kepemimpinan (DSDM/SK) Universitas Islam Indonesia (UII) sukses menggelar Webinar Kampanye Kesehatan Holistik bertajuk “Kesehatan Kulit sebagai Cerminan Kesehatan Tubuh” pada Rabu (19/8).

Acara yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting ini mendapat sambutan hangat dengan dihadiri oleh sekitar 190 peserta, yang terdiri dari dosen serta tenaga kependidikan di lingkungan UII.

Hadir sebagai narasumber, Dr. dr. Betty Ekawati Suryaningsih, Sp.KK. (dokter sekaligus dosen UII), memaparkan materi secara komprehensif mengenai peran vital kulit bagi manusia.

 

Beberapa poin penting yang disampaikan dalam pemaparan meliputi:

* Fungsi Protektif Utama: Kulit merupakan organ terbesar tubuh yang bertindak sebagai pelindung dari berbagai gangguan eksternal, mulai dari radiasi sinar ultraviolet (UV), polusi, hingga mikroorganisme berbahaya.

* Cerminan Kesehatan Internal: Kondisi fisik kulit sering kali menjadi indikator awal atau early warning system terhadap status kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk potensi adanya penyakit sistemik.

* Edukasi Sinar UV: Dr. Betty menguraikan secara mendalam dampak jangka pendek dan panjang dari paparan sinar UVA, UVB, dan UVC bagi kesehatan kulit.

* Tips Perawatan Praktis: Peserta dibekali langkah-langkah perlindungan kulit yang efektif melalui penerapan pola hidup sehat dan rutinitas perawatan yang tepat.

 

Sesi Interaktif yang Dinamis dan Penuh Antusiasme

Suasana ruang virtual terasa sangat hidup sepanjang sesi pemaparan hingga diskusi interaktif. Tingginya antusiasme terlihat dari membludaknya pertanyaan yang diajukan oleh peserta, terutama dari kalangan pegawai perempuan. Sebagian besar peserta antusias mendiskusikan topik seputar rutinitas perawatan harian, strategi pencegahan penuaan dini, hingga cara menangkal dampak buruk paparan sinar matahari. Begitu tingginya partisipasi aktif ini membuat durasi waktu yang disediakan panitia terasa kurang, karena pertanyaan dari peserta terus mengalir hingga menjelang akhir acara.

 

Komitmen Berkelanjutan untuk SDM yang Sehat dan Produktif

Melalui penyelenggaraan webinar ini, DSDM/SK UII berharap literasi kesehatan sivitas akademika dapat terus meningkat. Pemahaman yang utuh mengenai kesehatan kulit sebagai bagian dari kesehatan holistik diharapkan mampu mendorong terbentuknya perilaku hidup sehat sehari-hari.

“Pemahaman holistik ini krusial untuk melahirkan sumber daya manusia UII yang sehat, tangguh, dan produktif dalam menjalankan tugas akademik maupun administratif.”

Ke depan, DSDM/SK UII berkomitmen untuk secara konsisten menghadirkan program edukasi dan pengembangan kesehatan serupa demi mewujudkan kesejahteraan pegawai yang berkelanjutan.

 

 

 

Loading

Direktorat Sumber Daya Manusia (DSDM) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menyelenggarakan Majelis Taklim Unit Rektorat pada Rabu, 29 Juli 2026, dengan mengangkat tema “Zakat Penghasilan dan Profesi: Ketentuan dan Perhitungannya.” Kegiatan pembinaan keislaman rutin ini menghadirkan pakar ekonomi syariah sekaligus dosen UII, Dr. H. Nur Kholis, S.Ag., S.E.I., M.Sh.Ec., sebagai narasumber.

Potensi Zakat di Indonesia dan Landasan Syariatnya

Dalam pemaparannya, Dr. Nur Kholis menegaskan bahwa zakat merupakan salah satu rukun Islam. Zakat memiliki dimensi ibadah sekaligus instrumen pemerataan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), potensi zakat di Indonesia mencapai Rp327,6 triliun, namun penghimpunannya baru menyentuh angka 3,6 persen dari total potensi tersebut. Kondisi ini menunjukkan masih besarnya ruang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat, termasuk zakat penghasilan atau zakat profesi.

Dr. Nur Kholis menjelaskan bahwa zakat penghasilan (al-māl al-mustafād) memiliki landasan syariat yang kuat. Landasan tersebut merujuk pada Surah At-Taubah ayat 103 tentang penyucian harta serta Surah Al-Baqarah ayat 267 mengenai anjuran menafkahkan sebagian hasil usaha yang baik. Dalam praktiknya, penetapan zakat penghasilan menggunakan metode qiyās syabah. Metode ini mengadopsi ketentuan zakat pertanian dalam waktu penunaian—yang dibayarkan saat menerima penghasilan—serta ketentuan zakat emas dalam kadar zakatnya, yakni 2,5 persen.

Ketentuan Nisab dan Penyaluran Zakat

Mengacu pada Keputusan Ketua BAZNAS Nomor 15 Tahun 2026, nisab zakat pendapatan dan jasa tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp91.681.728,00 per tahun atau setara Rp7.640.144,00 per bulan. Setiap muslim yang memiliki penghasilan mencapai atau melebihi batas nisab tersebut berkewajiban menunaikan zakat sebesar 2,5 persen.

Pegawai dianjurkan menyalurkan zakat melalui lembaga amil zakat resmi, seperti LAZIS UNISIA YBW UII, agar pengelolaannya berlangsung secara amanah, profesional, dan tepat sasaran.

Antusiasme Diskusi dan Peran Strategis Zakat

Kegiatan Majelis Taklim berlangsung dengan antusiasme tinggi. Pada sesi diskusi, peserta dari berbagai unit kerja aktif mengajukan pertanyaan mengenai beragam persoalan praktis:

  • Perhitungan zakat bagi penghasilan yang tidak tetap.

  • Hubungan zakat dengan kewajiban pajak.

  • Ketentuan zakat bagi pelaku ekonomi kreatif digital, seperti content creator.

Tingginya partisipasi peserta membuat sesi tanya jawab berjalan dinamis dan interaktif, bahkan waktu yang tersedia belum mampu mengakomodasi seluruh pertanyaan yang disampaikan.

Selain membahas aspek fikih zakat, Dr. Nur Kholis menyampaikan informasi mengenai perkembangan pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Pembahasan ini mencakup rencana penerbitan Fatwa MUI Nomor 73 Tahun 2026 terkait pemanfaatan dana ZIS untuk membantu pembayaran iuran BPJS Kesehatan bagi pekerja rentan. Hal tersebut menunjukkan bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai ibadah individual, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memperkuat sistem perlindungan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penutup: Membangun Kesadaran Zakat di Lingkungan Kampus

Melalui penyelenggaraan Majelis Taklim Unit Rektorat, DSDM UII berharap pemahaman dan kesadaran sivitas akademika terhadap kewajiban zakat terus meningkat. Zakat diharapkan tidak sekadar dipandang sebagai kewajiban syariat, melainkan juga sebagai sarana penyucian harta, penyempurna keberkahan rezeki, serta wujud nyata kepedulian terhadap sesama.

DSDM UII menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas partisipasi aktif dalam kegiatan ini. Direktorat juga berkomitmen untuk terus menghadirkan kajian-kajian keislaman yang relevan, aplikatif, dan mencerahkan guna mendukung penguatan nilai-nilai Islam di lingkungan Universitas Islam Indonesia.

Loading

Yogyakarta – Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Workshop dan Evaluasi Jabatan Akademik Dosen Berjabatan Akademik Lektor pada Rabu (8/7/2026) di Ruang Teatrikal Lantai 2 Sayap Timur, Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. M. Sardjito, M.P.H. Kegiatan ini diikuti oleh dosen berjabatan akademik Lektor dari berbagai fakultas di lingkungan UII sebagai bagian dari upaya percepatan peningkatan jabatan akademik menuju Lektor Kepala.

Workshop ini diselenggarakan sebagai forum pendampingan sekaligus evaluasi bagi dosen yang telah memenuhi syarat atau sedang mempersiapkan usulan kenaikan jabatan akademik. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh informasi terkini mengenai kebijakan jabatan akademik dosen, strategi pemenuhan persyaratan angka kredit, serta berbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam proses pengajuan usulan Lektor Kepala.

Komitmen UII Meningkatkan Karier Akademik Dosen

Kegiatan diawali dengan sambutan dan pengarahan dari Wakil Rektor Bidang Akademik, Rekognisi dan Admisi Universitas Islam Indonesia, yang menegaskan pentingnya percepatan pengembangan karier akademik dosen sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi dan reputasi institusi.  Wakil Rektor Bidang Akademik, Rekognisi, dan Admisi, Prof. Riyanto, S.Pd., M.Si., Ph.D., mendorong para dosen untuk memanfaatkan berbagai program pendampingan yang disediakan universitas guna mempercepat pencapaian jenjang akademik yang lebih tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, para peserta juga mendapatkan paparan materi dari Wakil Rektor Bidang Akademik, Rekognisi, dan Admisi, Prof. Riyanto, S.Pd., M.Si., Ph.D., yang menyampaikan berbagai kebijakan dan ketentuan terbaru mengenai jabatan akademik dosen. Materi yang disampaikan meliputi strategi pemenuhan angka kredit, tahapan pengajuan usulan jabatan akademik, serta berbagai aspek yang perlu dipersiapkan oleh dosen agar proses pengajuan dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Selanjutnya, Direktorat Sumber Daya Manusia/Sekolah Kepemimpinan (DSDM/SK) memberikan penjelasan teknis mengenai mekanisme pengajuan jabatan akademik, termasuk tata cara pengisian formulir usulan, penyusunan dokumen pendukung, serta hal-hal yang perlu menjadi perhatian dalam proses verifikasi administrasi. Paparan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada para peserta sehingga mereka dapat mempersiapkan usulan kenaikan jabatan akademik secara lebih sistematis dan berkualitas.

Gambar 2. Wakil Rektor I, Prof. Riyanto memberikan pengarahan terhadap syarat Lektor Kepala.

Antusiasme Peserta dalam Sesi Evaluasi

Suasana workshop berlangsung interaktif dengan tingginya antusiasme peserta dalam mengikuti pemaparan materi maupun sesi diskusi. Para dosen memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai berbagai kendala yang dihadapi dalam proses pengajuan jabatan akademik, mulai dari pemenuhan proporsi penelitian, publikasi ilmiah, hingga strategi penyusunan portofolio akademik yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Diskusi yang berlangsung aktif menunjukkan tingginya perhatian dosen terhadap pengembangan karier akademik. Berbagai pertanyaan dan pengalaman yang dibagikan peserta menjadi sarana pembelajaran bersama sekaligus memperkuat pemahaman mengenai proses pengajuan jabatan akademik di lingkungan UII.

Mendukung Peningkatan Jumlah Lektor Kepala dan Guru Besar

Melalui kegiatan ini, UII berharap semakin banyak dosen yang dapat mempersiapkan usulan kenaikan jabatan akademik secara lebih terarah dan sistematis. Pendampingan yang berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan jumlah dosen yang berhasil meraih jabatan akademik Lektor Kepala, yang selanjutnya menjadi fondasi penting dalam percepatan pencapaian jabatan Guru Besar.

Workshop dan evaluasi ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Islam Indonesia untuk terus memperkuat kualitas sumber daya manusia, meningkatkan produktivitas akademik dosen, serta mendukung terciptanya budaya akademik yang unggul dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Universitas Islam Indonesia akan terus menghadirkan berbagai program pendampingan dan penguatan kapasitas dosen guna mendukung percepatan pengembangan karier akademik dan peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi.

Loading

Yogyakarta – Universitas Islam Indonesia (UII) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung percepatan pengembangan karier akademik dosen. Salah satu ikhtiar yang dilakukan untuk percepatan pengembangan karier akademik dosen antara lain berupa Workshop Pemanfaatan Agentic AI untuk Mendukung Penulisan dan Publikasi Ilmiah bagi Dosen Peserta Percepatan Pengajuan Guru Besar Tahun 2026 pada Kamis (2/7/2026) yang diselenggarakan di Auditorium Fakultas Hukum UII.

Kegiatan ini diikuti oleh dosen peserta program percepatan pengajuan Guru Besar, Research Assistant serta pengelola pengajuan jabatan akademik dari berbagai fakultas di lingkungan UII. Workshop diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas dosen dalam memanfaatkan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung proses penulisan artikel ilmiah dan publikasi bereputasi.

Acara diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan serta sambutan dan pengarahan dari pimpinan Universitas Islam Indonesia. Dalam arahannya, pimpinan universitas menegaskan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital, termasuk pemanfaatan Agentic AI sebagai salah satu instrumen pendukung peningkatan produktivitas akademik dosen tanpa mengabaikan integritas dan etika akademik.

Gambar 1. Bapak/Ibu Dosen Peserta Percepatan Guru Besar Mengisi Presensi Kehadiran

Pengenalan Alat Kecerdasan Bantuan AgenticAI

Workshop menghadirkan Mukhammad Andri Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D. sebagai narasumber utama. Pada sesi pertama, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar Agentic AI, perkembangan teknologi kecerdasan buatan generatif, serta berbagai peluang penerapannya dalam dunia akademik, khususnya untuk mendukung proses riset, penulisan artikel ilmiah, penyusunan naskah akademik, hingga publikasi pada jurnal bereputasi.

Suasana workshop berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya mengikuti paparan materi, tetapi juga aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses publikasi ilmiah, mulai dari pencarian referensi, penyusunan kerangka tulisan, pengembangan argumen ilmiah, hingga strategi meningkatkan kualitas manuskrip. Berbagai pertanyaan yang diajukan peserta dijawab secara langsung oleh narasumber disertai contoh-contoh implementasi penggunaan Agentic AI dalam aktivitas akademik sehari-hari.

Setelah sesi coffee break, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pemanfaatan Agentic AI. Pada sesi ini, peserta menggunakan laptop masing-masing untuk mencoba berbagai pendekatan pemanfaatan AI dalam menyusun ide penelitian, merancang outline artikel ilmiah, melakukan eksplorasi literatur, menyempurnakan struktur penulisan, hingga meningkatkan kualitas bahasa akademik. Tim pendamping dari Bidang Sistem Informasi (BSI) turut memberikan asistensi teknis sehingga peserta dapat mengikuti setiap tahapan praktik secara optimal.

Praktik Penggunaan AgenticAI

Pendekatan pelatihan yang mengombinasikan teori dan praktik membuat peserta dapat langsung mengimplementasikan materi yang diperoleh pada dokumen penelitian masing-masing. Selama pelaksanaan workshop, narasumber juga menekankan bahwa Agentic AI merupakan alat bantu yang berfungsi meningkatkan efisiensi proses akademik, bukan menggantikan kemampuan berpikir kritis, analisis ilmiah, maupun orisinalitas karya dosen. Oleh karena itu, seluruh hasil yang dihasilkan AI tetap memerlukan proses verifikasi, validasi, serta penyempurnaan oleh penulis.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Berbagai diskusi berlangsung aktif, baik saat penyampaian materi maupun sesi praktik, mencerminkan tingginya minat dosen untuk memanfaatkan teknologi AI sebagai bagian dari strategi meningkatkan produktivitas penelitian dan publikasi ilmiah.

Gambar 2. Kepala BSI, M Andri Setiawan mengisi materi workshop AgenticAI

Sebagai penutup kegiatan, panitia mengadakan Polling Ketercapaian Materi Workshop untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pendampingan lanjutan. Polling dilakukan terhadap setiap tahapan pelatihan, mulai dari instalasi dan konfigurasi Hermes (Step 1–3), pendaftaran API berbagai basis data ilmiah seperti Scopus, Springer, PubMed, Semantic Scholar, Crossref, dan OpenAlex (Step 4–7), integrasi dengan Google Workspace dan NotebookLM (Step 8–9), hingga implementasi Agentic AI dalam studi kasus Systematic Literature Review (SLR) pada Step 10. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar bagi Direktorat SDM/Sekolah Kepemimpinan dalam merancang program pendampingan lanjutan agar pemanfaatan Agentic AI oleh dosen semakin optimal dalam mendukung penulisan dan publikasi ilmiah.

Melalui penyelenggaraan workshop ini, UII berharap para dosen peserta Program Percepatan Pengajuan Guru Besar memiliki kompetensi yang lebih baik dalam memanfaatkan Agentic AI secara efektif, etis, dan bertanggung jawab. Kemampuan tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas karya ilmiah, mempercepat proses publikasi pada jurnal bereputasi, serta menjadi salah satu pengungkit dalam pencapaian target percepatan Guru Besar di lingkungan Universitas Islam Indonesia.

Loading

YOGYAKARTA – Direktorat Sumber Daya Manusia Universitas Islam Indonesia (DSDM UII) kembali menggelar kegiatan rutin Majelis Taklim Unit Rektorat pada Rabu, 24 Juni 2026. Bertempat di Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. M. Sardjito UII, acara yang diselenggarakan secara luring ini menghadirkan Ustaz M. Husnaini sebagai narasumber utama.

Forum kajian keagamaan ini bertujuan memfasilitasi jajaran pimpinan serta staf kependidikan di lingkungan Rektorat UII untuk terus memperdalam ilmu agama. Penguatan ini membantu para pegawai menyempurnakan ibadah sehari-hari demi menunjang spiritualitas kerja yang penuh berkah.

Urgensi, Ragam, dan Solusi Problematika Salat Sunah

Dalam tausiahnya, Ustaz M. Husnaini mengupas tuntas hakikat salat sunah atau tatawwu’ sebagai ibadah sukarela. Ibadah ini berfungsi sebagai penyempurna kekurangan salat fardu sekaligus penguat hubungan antara hamba dan Allah Swt.

Beliau membedah beberapa poin penting dalam pemaparan materinya, meliputi:

  • Ragam Salat Sunah: Beliau menguraikan berbagai jenis salat sunah, mulai dari rawatib, tahajud, witir, hingga istikharah, beserta batasan waktu terlarang untuk mendirikannya.

  • Solusi Fikih di Dunia Kerja: Beliau memberikan panduan praktis terhadap problematika yang kerap pegawai hadapi, seperti tata cara mengganti (qadha) salat rawatib yang terlewat akibat kesibukan kerja.

  • Penggabungan Niat: Beliau menjelaskan ketentuan hukum mengenai penggabungan dua niat salat sunah dalam satu waktu, seperti salat tahiyyatul masjid sekaligus salat rawatib.

Antusiasme Jemaah dan Diskusi Kontekstual

Memasuki sesi diskusi dan tanya jawab, suasana ruangan menjadi sangat dinamis. Jemaah dari Unit Rektorat menunjukkan ketertarikan dan antusiasme luar biasa melalui banyaknya pertanyaan kontekstual seputar kendala praktis pelaksanaan amalan sunah di sela-sela jam kantor.

Partisipasi peserta yang tinggi membuat alokasi waktu dari panitia terasa berlalu cepat. Kendati demikian, fenomena ini mencerminkan besarnya kepedulian dan motivasi spiritual pegawai Unit Rektorat UII untuk memastikan amalan mereka telah sesuai dengan tuntunan syariat.

Mendorong Keseimbangan Spiritual dan Kinerja Profesional

Pihak penyelenggara dari DSDM UII menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran dan partisipasi aktif seluruh jemaah dalam menyukseskan agenda dakwah internal ini.

DSDM UII berharap materi tersebut menjadi rujukan praktis bagi pegawai untuk mengistiqamahkan amalan sunah di tengah rutinitas profesional. Melalui penguatan fondasi spiritual ini, setiap aparatur di lingkungan UII diharapkan tidak hanya andal dalam menjalankan tugas administratif dan akademik, melainkan juga memiliki integritas dan kedekatan spiritual yang kokoh kepada Sang Pencipta.

Loading

YOGYAKARTA – Universitas Islam Indonesia (UII) melalui Direktorat Sumber Daya Manusia/Sekolah Kepemimpinan (DSDM/SK) kembali menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kesehatan dan produktivitas para pegawainya. Langkah ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Webinar Kampanye Kesehatan Holistik yang digelar secara virtual melalui platform Zoom Meeting pada Rabu, 17 Juni 2026.

Menapaki usia luhur 83 tahun, UII terus menguatkan perannya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Pimpinan UII menyadari keberhasilan visi mulia tersebut bertumpu pada dedikasi serta keterlibatan aktif dosen dan tenaga kependidikan. Karena itu, UII menghadirkan webinar ini sebagai upaya preventif untuk memberikan pemahaman kesehatan yang komprehensif, sekaligus mendukung kelancaran proses kerja di lingkungan kampus.

Memahami Anatomi dan Mekanika Gerak Tubuh

Tujuan utama kegiatan ini adalah membekali dosen dan tenaga kependidikan dengan pengetahuan mendalam mengenai hubungan erat antara kesehatan tulang belakang, sistem saraf, dan performa tubuh saat bekerja.

Dalam sesi awal, narasumber memfokuskan pembahasan pada:

Mekanika Gerak & Struktur Tulang Belakang:Narasumber mengupas anatomi dasar dan pentingnya evaluasi postur saat berada di meja kerja.

Patofisiologi Gangguan Otot & Saraf: Narasumber memberikan pemahaman mendalam mengenai mekanisme perubahan, ketegangan otot kerja, serta berbagai jenis gangguan saraf yang kerap mengintai di lingkungan kantor.

Keterkaitan Pikiran dan Nyeri Fisik (Psikosomatik)

Webinar ini tidak hanya mengulas aspek fisik semata. Acara ini juga menyentuh sisi psikologis yang kerap memicu manifestasi nyeri fisik. Peserta mengenali mekanisme hubungan antara pikiran dan tubuh (mind-body connection), seperti bagaimana hormon stres memicu ketegangan otot kronis serta bagaimana kondisi emosional memengaruhi sensitivitas nyeri seseorang.

Sebagai solusi aplikatif, materi menyertakan panduan menciptakan ruang kerja yang ergonomis serta pembiasaan gerak sehat. Bagian ini memberikan langkah praktis yang dapat pegawai terapkan secara langsung untuk menjaga kelenturan tubuh sekaligus mencegah risiko cedera selama menjalankan tugas sehari-hari.

Panduan Praktis Bersama Pakar Saraf

Untuk membedah seluruh cakupan materi secara ilmiah dan tepercaya, DSDM/SK UII menghadirkan pakar spesialis saraf, dr. Fery Luvita Sari, M.Sc., Sp.N., sebagai narasumber utama.

Pemaparan materi berlangsung dari pukul 10.05 hingga 11.30 WIB. Narasumber menyampaikan materi lewat metode ceramah dan mengombinasikannya secara apik melalui sesi diskusi interaktif. Tim merancang pendekatan ini agar teori-teori medis yang kompleks dapat bertransformasi menjadi panduan praktis yang mudah dipahami dan diterapkan oleh seluruh staf universitas.

Antusiasme dan Sesi Edukasi Interaktif

Agenda internal ini menarik perhatian sekitar 200 peserta dari kalangan dosen dan tenaga kependidikan UII. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui banyaknya pertanyaan kritis dan diskusi kontekstual yang berkembang sepanjang sesi tanya jawab.

Setelah seluruh rangkaian diskusi selesai, acara yang berlangsung selama dua jam ini ditutup tepat pada pukul 12.00 WIB. Suasana berakhir dengan ceria melalui sesi kuis interaktif yang menyegarkan sebelum pembawa acara meresmikannya. Melalui agenda ini, UII berharap seluruh pegawai dapat lebih peka menjaga kesehatan fisik dan saraf demi pengabdian yang optimal dan berkah.

Loading

Universitas Islam Indonesia (UII) melalui Direktorat Sumber Daya Manusia kembali menyelenggarakan webinar inspiratif pada Rabu, 22 April 2026. Mengangkat tema “Bekerja dengan Hati: Menemukan Makna dan Ketenangan dalam Pengabdian”, agenda ini menghadirkan Dr. Sus Budiharto, seorang psikolog yang membedah pentingnya menjaga integritas diri di tengah tantangan profesional. Webinar ini menjadi pengingat penting bagi seluruh civitas akademika tentang bagaimana menyelaraskan niat pengabdian dengan ketenangan batin. Oleh karena itu, sebagai hamba yang mencari nafkah, hendaknya menanamkan visi bekerja lillah tanpa lelah.

Materi dipaparkan langsung oleh narasumber, Dr. Sus Budiharto

Gambar 1. Dr. Sus Budiharto sebagai narasumber webinar, memberikan nasihat.

Menjaga Fitrah dan Keseimbangan Spiritual dalam Pekerjaan

Dr. Sus Budiharto menjelaskan bahwa kesehatan spiritual merupakan inti yang memengaruhi sekaligus dibatasi oleh kesehatan mental, fisik, sosial, dan finansial. Selaras dengan Firman Allah pada QS. Ali Imran: 190-191 dan pemikiran Adz-Dzakiey. Bahwa sehat spiritual bersamaan dengan tumbuhnya ketaatan, kepekaan terhadap hal yang haq dan bathil. Selain itu, muncul perasaan tenang (thumaninah) karena merasa selalu dalam pengawasan-Nya (muraqabah). Keseimbangan ini nantinya berpengaruh dengan kesehatan mental yang selaras dengan hati nurani, kesehatan fisik melalui pola hidup halal dan thoyyib. Selanjutnya kesehatan sosial menjadi cermin dalam kemampuan berkomunikasi secara asertif dan empatik sebagaimana ciri ‘Ibadurrahman dalam surat Al-Furqan ayat 63-77.

Mengubah Rutinitas Menjadi Ibadah dan Jihad

Salah satu poin penting dalam agenda ini adalah bagaimana setiap individu harus mampu menemukan makna dalam tugas kesehariannya. Bekerja dengan hati berarti mengubah persepsi rutinitas kantor menjadi bentuk ibadah dan jihad kepada Allah. Dengan meniatkan kerja untuk pengabdian (Lillah), setiap lelah akan menjadi lillahi. Selain itu, seluruh pengobanan waktu dan energi dilakukan hanya untuk meraih ridho-Nya. Mengutip filosofi dari Gus Baha, webinar ini mengajak peserta memaknai hidup sebagai waktu tunggu dari satu shalat ke shalat berikutnya. Dengan demikian, pekerjaan tidak lagi menjadi beban, melainkan sarana pengabdian yang berkelanjutan.

Penjelasan dasar Kesehatan Holistik

Gambar 2. Dr. Sus Budiharto menjelaskan Kesehatan Holistik.

Membangun Martabat dan Penghormatan dalam Organisasi

Salah satu poin krusial untuk menjaga ketenangan dalam mengabdi adalah dengan menjaga martabat organisasi melalui penghormatan yang tulus terhadap sesama tanpa memandang kasta jabatan. Dr. Sus mengingatkan bahwa cara kita memperlakukan orang lain adalah cerminan dari kedekatan kita kepada Sang Pencipta. Salah satu implementasi nyata dalam memaknai kerja adalah dengan memuliakan setiap rekan kerja; apabila kita bertemu dengan petugas kebersihan (cleaning service) atau keamanan, hendaknya kita menemui dan menghormati mereka dengan derajat kemuliaan yang sama sebagaimana kita menemui Rektor.

Peserta Webinar 22 April 2026.

Gambar 3. Peserta Webinar ‘Bekerja dengan Hati: Menemukan Makna dan Ketenangan dalam Pengabdian’.

Webinar yang berlangsung selama dua jam ini diakhiri dengan diskusi interaktif dengan strategi mengelola stres serta menjaga profesionalisme di bawah tekanan. Dengan mengintegrasikan profesionalisme dan spiritualitas, setiap individu diharapkan mampu menjalankan amanah dengan hati yang lapang, sehingga visi bekerja lillah tanpa lelah bukan sekadar harapan, melainkan kenyataan dalam setiap langkah pengabdian.

 

Baca artikel terkait kami:

 

Ikut kami di media sosial.

Loading

Sleman (25 Februari 2026) – Direktorat Sumber Daya Manusia (DSDM) Universitas Islam Indonesia kembali menyelenggarakan agenda rutin Majelis Taklim Unit Rektorat. Acara ini berlangsung pada Rabu (25/2) bertempat di Ruang Sidang Lantai 2, Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. M. Sardjito. Kajian kali ini menghadirkan Dosen Fakultas Kedokteran UII, Ustadz dr. Agus Taufiqurrohman, M.Kes., Sp.S. Beliau secara khusus membedah tema “Peran dan Urgensi Ibadah bagi Seorang Hamba”. Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi yang efektif sekaligus mendorong penguatan nilai-nilai keagamaan bagi sivitas akademika di masing-masing unit lingkungan Rektorat UII.

Peran dan Urgensi Ibadah di Tengah Rutinitas Pekerjaan

Dalam paparannya, Ustadz Agus Taufiqurrohman menjabarkan bahwa pemaknaan ibadah sering kali masih terjebak pada ritual mahdhah semata, contohnya seperti shalat dan puasa. Padahal, peran dan urgensi ibadah mencakup seluruh napas kehidupan seorang hamba. Hal ini tentunya termasuk dalam rutinitas bekerja melayani urusan kepegawaian kampus. Bekerja dengan jujur, disiplin, dan niat yang lurus adalah bentuk ibadah sosial yang pahalanya mengalir deras.

Suasana Kajian Taklim Rektorat ust. Agus Taufiqurrohman

Gambar 1. Ustadz Agus Taufiqurrohman memberikan kajian untuk Tendik Unit Rektorat

Dengan gaya penyampaiannya yang khas dan sarat humor, beliau mengingatkan para jamaah jangan sampai rutinitas pekerjaan menjadi alasan turunnya kualitas ibadah spiritual.

Ustadz Agus mengangkat fenomena bahwa sering kali seseorang memprioritaskan urusan pekerjaan seperti persiapan rapat daripada kewajiban spiritual. Mereka menunda dan tidak menyegerakan ibadah. Beliau mengingatkan bahwa waktu beribadah sangatlah singkat. Jika dibandingkan dengan total waktu 24 jam yang telah diberikan Allah setiap harinya.

Lebih lanjut, beliau memaparkan poin penting mengenai ibadah dalam kehidupan sivitas akademika UII:

  1. Ibadah sebagai Jangkar Waras (Santun)

Tujuan ibadah bukan sekadar menggugurkan kewajiban ritual. Pekerjaan di kantor tentu penuh dengan tekanan target dan dinamika pelayanan. Di sinilah ibadah berfungsi sebagai “jangkar spiritual”. Ibadah yang benar akan menjaga manusia tetap waras dan objektif. Dampaknya, emosi tidak mudah meledak dan pelayanan kepada sesama staf tetap terjaga kesantunannya.

Lebih lanjut, ustadz Agus Taufiqurrohman menganalogikan ibadah sebagai sarana untuk mengisi kembali daya spiritual seseorang. Kurangnya kapasitas spiritual dapat menyebabkan kelelahan batin yang memengaruhi kualitas kinerja dan interaksi sosial di tempat kerja. Kondisi ini terlihat dari munculnya sikap kurang ramah kepada rekan kerja, serta mudah merasa tertekan saat menghadapi beban pekerjaan, pertanda memerlukan perbaikan kualitas ibadah.

  1. Menghadirkan Ibadah dalam Setiap Tugas Kantor

Poin menarik lainnya adalah cara menerjemahkan ibadah dalam konteks pekerjaan sehari-hari. Ibadah tidak hanya terbatas pada rukun Islam yang kasat mata (ibadah mahdah). Ia juga mencakup seluruh aktivitas yang diniatkan untuk meraih rida Allah (ibadah ghairu mahdah).

Sebagai sivitas UII, setiap staf diundang untuk “memutasi” status aktivitas kantornya. Dari sekadar mencari gaji, menjadi ladang ibadah penuh berkah. Melayani tamu dengan senyum dan menyelesaikan laporan tepat waktu adalah wujud nyata ibadah dalam berorganisasi.

Beliau menekankan pentingnya menjaga integritas dan keikhlasan di lingkungan kerja, serta menghindari kebiasaan mengeluh. Sudah seharusnya kita memandang bekerja sebagai ibadah dan melandasinya dengan niat yang tulus dari awal hingga akhir. Dalam menghadapi dinamika perselisihan dengan rekan kerja, beliau menyarankan para jamaah untuk mengedepankan kesabaran dan senantiasa mendoakan kebaikan. Karena prasangka buruk hanya akan merugikan diri sendiri.

Komitmen Pelayanan Berbasis Keikhlasan

Majelis Taklim ditutup dengan sesi tanya jawab yang dinamis. Melalui kajian ini, DSDM UII memiliki harapan yang besar. Seluruh sivitas akademika Unit Rektorat diharapkan dapat kembali menyegarkan komitmen pelayanannya kepada kampus. Komitmen ini harus berbasis pada keikhlasan dan kesadaran penuh bahwa setiap tugas adalah wujud ibadah nyata kepada Allah SWT.

 

Baca artikel terkait kami:

Ikuti kami di media sosial.

Loading

Yogyakarta, 9 Februari 2026 – Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menggelar workshop sosialisasi mengenai optimalisasi penilaian kinerja dosen. Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, bersama Direktur SDM, Ike Agustina, secara langsung menghadiri pertemuan ini. Dalam sambutannya, Rektor menekankan betapa pentingnya menjaga akurasi dan konsistensi data untuk pelaporan BKD UII 2026.

Selanjutnya, Prof. Eko Hadi Sugiono selaku narasumber utama memaparkan berbagai pembaruan teknis. Beliau menjelaskan mulai dari cara menghitung SKS hingga ketentuan khusus bagi dosen dengan tugas belajar. Oleh karena itu, kami merangkum poin krusial yang perlu Bapak/Ibu Dosen perhatikan berikut ini.

Jadwal Penting Pelaporan BKD UII 2026

  • 11 – 15 Februari 2026: Periode pengayaan data aktivitas Catur Dharma pada aplikasi sistem.

  • 11 – 15 Februari 2026: Verifikasi kesesuaian data pengajaran di SISTER dengan bukti ajar.

  • 15 Februari 2026: Batas akhir (deadline) simpan permanen data BKD.

  • 16 – 24 Februari 2026: Proses penilaian oleh Asesor.

  • 16 – 24 Februari 2026: Masa perbaikan (revisi) oleh dosen jika ada catatan dari Asesor.

  • 28 Februari 2026: Pelaporan BKD Universitas ke LLDIKTI Wilayah V.

 

Ketentuan Teknis dan Beban Kerja (SKS)

Meskipun wacana pengurangan beban administrasi sempat muncul, pedoman dasar pelaporan BKD UII 2026 tetap mengacu pada matriks kinerja dan PO BKD 2021. Berkaitan dengan hal tersebut, Prof. Eko Hadi Sugiono memberikan beberapa penekanan penting:

  1. Beban SKS: Dosen wajib memenuhi beban kerja minimal 12-16 SKS per semester.

  2. Penelitian & Publikasi:

      • Tim penilai akan menghitung artikel pada jurnal terakreditasi (Sinta 1 & 2) berdasarkan tanggal terbit (published date).

      • Sebaiknya melaporkan rekam jejak publikasi apa adanya tanpa pengurangan. Hal ini bertujuan untuk mendukung karir jangka panjang.

  3. Pengabdian & Penunjang: Sistem akan mengakui prestasi akademik pembimbingan mahasiswa tingkat nasional/internasional sebagai kinerja pendidikan. Sementara itu, prestasi non-akademik masuk ke dalam kategori penunjang.

 

Gambar 1. Prof. Dr. Eko Hadi Sujiono, M.Si. sebagai perwakilan Tim BKD Kemendiktisaintek memberikan arahan.

Panduan Bagi Dosen dengan Kondisi Khusus

Selain poin teknis di atas, narasumber juga membahas solusi bagi dosen yang memiliki status tugas khusus. Berikut rinciannya:

1. Dosen Tugas Belajar (Tubel)

Wajib mengunduh dan mengunggah Laporan Kemajuan Studi yang diambil langsung dari aplikasi UII. Oleh sebab itu, Tim BKD tidak menyarankan penggunaan laporan format lain. Jika belum memiliki KHS (Kartu Hasil Studi), Anda dapat mengunggah SK Tugas Belajar dan Letter of Acceptance (LoA) sebagai gantinya.

2. Dosen dengan Tugas Tambahan

Bagi dosen yang menjabat (DT), pilakan mengisi data melalui formulir khusus pada tautan: <tautan apabila ada>. Perlu diingat, sistem tidak akan mencabut status dosen secara otomatis saat masa tugas tambahan berakhir. Namun, Anda harus menyesuaikan kembali status tersebut ke tugas reguler.

3. Kendala Data Pengajaran

ika Anda menemukan perbedaan data pengajaran antara realisasi dan sistem, segera laporkan masalah tersebut. Anda dan admin fakultas dapat menggunakan formulir kendala di tautan: <tautan apabila ada>.

Proses pelaporan BKD UII 2026 ini bukan sekadar kewajiban administratif. Lebih dari itu, pelaporan ini merupakan upaya kita bersama dalam menjaga mutu dosen sebagai pendidik profesional. Prof. Jaka Nugraha, Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik, sangat berharap proses pengisian ini berjalan lancar tanpa kendala teknis.

Jadi, pastikan Anda melakukan simpan permanen sebelum 15 Februari 2026 untuk menghindari kegagalan pelaporan.

Rekaman Zoom di sini.
Materi workshop di sini.

Tautan terkait:

 

Ikut kami di media sosial.

Loading

Yogyakarta, 21 Januari 2026 – Direktorat Sumber Daya Manusia Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Pembukaan Majelis Taklim Rektorat tahun 2026 dengan suasana yang sarat akan nilai spiritual di Ruang Sidang Lantai 2 Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. M. Sardjito. Acara yang berlangsung pada Rabu, 21 Januari 2026 ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari tenaga kependidikan dan jajaran pejabat struktural di tingkat Rektorat UII.

Mengawali kajian, narasumber Dr. H. Aris Munandar, S.S., M.P.I., yang merupakan pakar Fikih Muamalat sekaligus dewan pengawas syariah bersertifikasi DSN-MUI, memaparkan data keprihatinan sosial sebagai latar belakang pentingnya tema “Fikih Rezeki Halal dan Berkah”. Beliau menyoroti angka kriminalitas yang masih tinggi, mulai dari puluhan ribu kasus pencurian dengan pemberatan hingga fakta mengejutkan bahwa Indonesia menempati peringkat pertama dunia untuk judi online dengan jumlah pemain mencapai 201.122 orang menurut data DroneEmprit. Kondisi sosiologis ini menjadi alarm bagi para pegawai di lingkungan akademis untuk membentengi diri dengan pemahaman agama yang kuat agar tidak terjerumus ke dalam lingkaran harta haram yang merusak tatanan masyarakat dan keberkahan institusi.

Jamaah Majelis Taklim Unit Rektorat

Gambar 1. Jamaah Majelis Taklim Unit Rektorat dengan Penceramah Ust. Dr. Aris Munandar.

Bahaya Harta Haram vs Kemuliaan Harta Halal

Dalam penyampaiannya yang sangat runtut, Dr. Aris Munandar menguraikan perbandingan kontras antara dampak harta haram dan kemuliaan harta halal. Beliau menegaskan “kabar buruk” bagi pemilik harta haram, di antaranya adalah doa yang tertolak, ibadah yang tidak diterima oleh Allah SWT, hingga ancaman siksa neraka bagi daging yang tumbuh dari sesuatu yang tidak suci.

Sebaliknya, harta halal dipaparkan sebagai kunci “kabar baik” yang mencakup terkabulnya doa, kelembutan hati, serta keselamatan bagi diri dan keluarga. Mengutip Imam Ahmad bin Hanbal, beliau menjelaskan bahwa konsumsi makanan halal adalah faktor utama yang membuat hati menjadi tenang dan lembut. Lebih lanjut, peserta diajak memahami pembagian harta haram yang terdiri dari dua jenis: haram karena zatnya dan haram karena cara mendapatkannya—baik itu karena pemilik tidak ridha (seperti pencurian) maupun karena Allah tidak meridhai transaksinya meski pemiliknya setuju (seperti riba).

Sebagai teladan profesionalisme, beliau mengisahkan bagaimana para Nabi terdahulu tetap bekerja dengan beragam profesi, mulai dari petani, tukang kayu, hingga penggembala, yang semuanya disatukan oleh kode etik “Al-Qawiyyu Al-Amin” atau pribadi yang kuat secara kompetensi dan amanah secara integritas sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an surah Al-Qashash ayat 26.

Kajian ustadz Dr. Aris Munandar di Rektorat UII

Gambar 2. Ustadz Dr. Aris Munandar menyampaikan tausiyah pada jamaah Majelis Taklim Unit Rektorat UII.

Menghindari Praktik Muamalat Kontemporer: Riba, Judi, dan Gharar

Memasuki sesi akhir yang lebih teknis, Dr. Aris Munandar memberikan peringatan keras terhadap praktik-praktik muamalat kontemporer yang berisiko merusak keberkahan rezeki, terutama riba, judi, dan gharar. Beliau merinci bahwa riba dapat muncul baik dalam skema jual beli maupun utang piutang, sementara judi didefinisikan sebagai setiap permainan yang menempatkan pesertanya dalam posisi antara untung (ghunm) atau rugi (ghurm).

Tak kalah penting, narasumber menjelaskan bahaya gharar atau transaksi spekulatif yang memiliki kesudahan “gelap” atau tidak jelas, yang sangat dilarang dalam Islam karena mengandung unsur penipuan terselubung. Sebagai penutup yang menyentuh hati, beliau menekankan bahwa keberkahan rezeki tidak diukur dari jumlah yang banyak, melainkan dari cara mendapatkannya dengan jiwa yang lapang—tidak rakus—serta senantiasa mengedepankan kejujuran dalam setiap transaksi.

Dengan prinsip kejujuran, berkah dalam penghasilan tidak akan dicabut oleh Allah SWT, sehingga setiap rupiah yang dibawa pulang oleh para pegawai Rektorat UII benar-benar menjadi energi positif bagi kehidupan berkeluarga dan pengabdian di universitas.

 

Baca artikel terkait kami:

Ikuti kami di media sosial.

Loading