Kategori artikel untuk Pusat Bansoskes

Yogyakarta, 21 Januari 2026 – Direktorat Sumber Daya Manusia Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Pembukaan Majelis Taklim Rektorat tahun 2026 dengan suasana yang sarat akan nilai spiritual di Ruang Sidang Lantai 2 Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. M. Sardjito. Acara yang berlangsung pada Rabu, 21 Januari 2026 ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari tenaga kependidikan dan jajaran pejabat struktural di tingkat Rektorat UII.

Mengawali kajian, narasumber Dr. H. Aris Munandar, S.S., M.P.I., yang merupakan pakar Fikih Muamalat sekaligus dewan pengawas syariah bersertifikasi DSN-MUI, memaparkan data keprihatinan sosial sebagai latar belakang pentingnya tema “Fikih Rezeki Halal dan Berkah”. Beliau menyoroti angka kriminalitas yang masih tinggi, mulai dari puluhan ribu kasus pencurian dengan pemberatan hingga fakta mengejutkan bahwa Indonesia menempati peringkat pertama dunia untuk judi online dengan jumlah pemain mencapai 201.122 orang menurut data DroneEmprit. Kondisi sosiologis ini menjadi alarm bagi para pegawai di lingkungan akademis untuk membentengi diri dengan pemahaman agama yang kuat agar tidak terjerumus ke dalam lingkaran harta haram yang merusak tatanan masyarakat dan keberkahan institusi.

Jamaah Majelis Taklim Unit Rektorat

Gambar 1. Jamaah Majelis Taklim Unit Rektorat dengan Penceramah Ust. Dr. Aris Munandar.

Bahaya Harta Haram vs Kemuliaan Harta Halal

Dalam penyampaiannya yang sangat runtut, Dr. Aris Munandar menguraikan perbandingan kontras antara dampak harta haram dan kemuliaan harta halal. Beliau menegaskan “kabar buruk” bagi pemilik harta haram, di antaranya adalah doa yang tertolak, ibadah yang tidak diterima oleh Allah SWT, hingga ancaman siksa neraka bagi daging yang tumbuh dari sesuatu yang tidak suci.

Sebaliknya, harta halal dipaparkan sebagai kunci “kabar baik” yang mencakup terkabulnya doa, kelembutan hati, serta keselamatan bagi diri dan keluarga. Mengutip Imam Ahmad bin Hanbal, beliau menjelaskan bahwa konsumsi makanan halal adalah faktor utama yang membuat hati menjadi tenang dan lembut. Lebih lanjut, peserta diajak memahami pembagian harta haram yang terdiri dari dua jenis: haram karena zatnya dan haram karena cara mendapatkannya—baik itu karena pemilik tidak ridha (seperti pencurian) maupun karena Allah tidak meridhai transaksinya meski pemiliknya setuju (seperti riba).

Sebagai teladan profesionalisme, beliau mengisahkan bagaimana para Nabi terdahulu tetap bekerja dengan beragam profesi, mulai dari petani, tukang kayu, hingga penggembala, yang semuanya disatukan oleh kode etik “Al-Qawiyyu Al-Amin” atau pribadi yang kuat secara kompetensi dan amanah secara integritas sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an surah Al-Qashash ayat 26.

Kajian ustadz Dr. Aris Munandar di Rektorat UII

Gambar 2. Ustadz Dr. Aris Munandar menyampaikan tausiyah pada jamaah Majelis Taklim Unit Rektorat UII.

Menghindari Praktik Muamalat Kontemporer: Riba, Judi, dan Gharar

Memasuki sesi akhir yang lebih teknis, Dr. Aris Munandar memberikan peringatan keras terhadap praktik-praktik muamalat kontemporer yang berisiko merusak keberkahan rezeki, terutama riba, judi, dan gharar. Beliau merinci bahwa riba dapat muncul baik dalam skema jual beli maupun utang piutang, sementara judi didefinisikan sebagai setiap permainan yang menempatkan pesertanya dalam posisi antara untung (ghunm) atau rugi (ghurm).

Tak kalah penting, narasumber menjelaskan bahaya gharar atau transaksi spekulatif yang memiliki kesudahan “gelap” atau tidak jelas, yang sangat dilarang dalam Islam karena mengandung unsur penipuan terselubung. Sebagai penutup yang menyentuh hati, beliau menekankan bahwa keberkahan rezeki tidak diukur dari jumlah yang banyak, melainkan dari cara mendapatkannya dengan jiwa yang lapang—tidak rakus—serta senantiasa mengedepankan kejujuran dalam setiap transaksi.

Dengan prinsip kejujuran, berkah dalam penghasilan tidak akan dicabut oleh Allah SWT, sehingga setiap rupiah yang dibawa pulang oleh para pegawai Rektorat UII benar-benar menjadi energi positif bagi kehidupan berkeluarga dan pengabdian di universitas.

 

Baca artikel terkait kami:

Ikut kami di media sosial :

Loading

Yogyakarta, 19 Desember 2025 – Unit Rektorat Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Majelis Taklim UII bertajuk “Aqidah dan Pemikiran Kontemporer”. Langkah ini merupakan upaya membentengi integritas spiritual pegawai di tengah derasnya arus ideologi modern. Kegiatan berlangsung khidmat pada Jumat (19/12) di Ruang Sidang Datar Lantai 2, Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. M. Sardjito. Ustadz Ridwan Hamidi, Lc., M.P.I. hadir sebagai pemateri utama dalam majelis ilmu ini.

Panitia mengangkat tema tersebut sebagai ruh utama pembekalan civitas akademika. Fenomena pendangkalan akidah menjadi perhatian serius saat ini. Dalam paparannya, pemateri menekankan bahwa akidah bukanlah sekadar keyakinan pasif. Sebaliknya, akidah adalah sebuah blueprint atau panduan komprehensif. Panduan ini berfungsi membangun karakter individu yang tangguh dan masyarakat yang stabil.

Akidah sebagai Cetak Biru Kehidupan

Ustadz Ridwan Hamidi menguraikan pentingnya fondasi iman sebelum menjalankan ritual syariat. Tanpa akar keyakinan yang menghujam kuat, ibadah berisiko menjadi aktivitas mekanis belaka. Bahkan, hal ini bisa memunculkan ‘trauma syariat’ karena kurangnya pemahaman esensial.

Suasana Majelis Taklim

Gambar 1. Ustadz Ridwan Hamidi menyampaikan materi Akidah Era Kontemporer.

“Iman harus menjadi fondasi utama sebelum menjalankan ritual syariat. Tanpa akar keyakinan yang menghujam kuat, ibadah berisiko menjadi mekanis atau bahkan memunculkan ‘trauma syariat’ karena kurangnya pemahaman esensial,” urai Ustadz Ridwan.

Selanjutnya, majelis membahas tantangan paham pluralisme agama dan sinkretisme. Akidah Islamiyah berperan sebagai landasan Al-Iman Al-Jazim, yaitu keimanan yang kokoh dan tak tergoyahkan. Seorang Muslim harus terhindar dari upaya penyamaan semua keyakinan yang merusak integritas iman. Namun, di sisi lain, ia harus tetap mampu berkontribusi positif, jujur, dan adil bagi masyarakat luas.

Membentengi Diri dari Materialisme

Majelis ini juga menyoroti dominasi pola pikir materialisme dan hedonisme. Akidah yang kuat akan menggeser orientasi hidup pegawai. Tujuannya beralih dari sekadar pencapaian materi duniawi menuju pencarian rida Allah SWT. Manifestasi akidah dalam praktik nyata memastikan seseorang tidak menjadi “robot” rutinitas. Keimanan bertindak sebagai jangkar agar individu tidak terombang-ambing gaya hidup.

Upaya internalisasi nilai akidah ini diharapkan dapat terwujud dalam sikap amanah. Seluruh pegawai Unit Rektorat harus memegang teguh integritas dalam menjalankan tanggung jawab profesional. Akidah tidak boleh berhenti sebagai hafalan teoretis, melainkan harus menjadi energi penggerak untuk berkarya dengan penuh keikhlasan.

 

Baca artikel terkait kami:

Ikut kami di media sosial :

Loading

Yogyakarta, 17 Desember 2025 – Universitas Islam Indonesia (UII) kembali mempertegas komitmennya terhadap kesejahteraan pegawai. Direktorat Sumber Daya Manusia/Sekolah Kepemimpinan (DSDM/SK) menginisiasi agenda rutin Webinar Kesehatan Holistik. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (17/12) menjelang penghujung tahun 2025. Fokus utama diskusi kali ini adalah menjaga keseimbangan fisik dan mental bagi dosen serta tenaga kependidikan. Tantangan rutinitas akademik yang padat menuntut kondisi tubuh yang prima.

Sebagai institusi dengan rekam jejak panjang selama 82 tahun, UII memiliki keyakinan kuat. Produktivitas dalam mencetak pemimpin bangsa berintegritas bermula dari kesehatan para pegawainya. Oleh karena itu, webinar ini mengupas tuntas strategi pengendalian kolesterol, trigliserida, dan asam urat. Selain itu, peserta mempelajari cara mengontrol gula darah dan tekanan darah melalui pendekatan mindful eating.

Presentasi Narasumber

Gambar 1. dr. Khalimur Rouf menyampaikan materi Kesehatan Holistik

Hubungan Kortisol dan Sindrom Metabolik

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Mochammad Khalimur Rouf, MSc., Sp.PD., hadir sebagai narasumber ahli. Beliau memaparkan kaitan erat antara tekanan pekerjaan dengan risiko penyakit kronis. Stres kerja ternyata memicu lonjakan hormon kortisol. Kondisi ini berdampak buruk pada gangguan metabolisme tubuh.

“Tekanan pekerjaan yang tidak dikelola dengan baik bukan sekadar beban pikiran, tapi berdampak nyata secara biologis melalui pelepasan adrenalin dan kortisol yang memicu obesitas hingga penyakit kardiovaskular,” ujar dr. Khalimur Rouf tegas.

Peserta diajak untuk lebih peka dalam mengidentifikasi pemicu stres atau stressor. Selanjutnya, mereka belajar menganalisis kebiasaan makan buruk. Sering kali, makan berlebih muncul sebagai mekanisme pelarian dari tekanan profesional.

Strategi Mindful Eating dan Pendekatan Spiritual

Dalam sesi materi, strategi preventif menjadi sorotan utama. Narasumber membekali peserta dengan panduan praktis mengenai gizi seimbang dan diet rendah purin. Kemudian, peserta mendalami teknik mindful eating atau makan dengan kesadaran penuh. Teknik ini efektif mengontrol kadar gula dan tekanan darah. Tidak ketinggalan, filosofi spiritual turut dibahas. Integrasi manfaat puasa sangat baik untuk kesehatan mental dan fisik.

Diskusi Interaktif Narasumber dan Peserta

Gambar 2. Peserta diberi kesempatan untuk melakukan diskusi interaktif.

Pendekatan ini bertujuan mencapai harmoni antara tubuh, pikiran, dan jiwa (mind, body, and soul). Hal ini sejalan dengan nilai-nilai keislaman di lingkungan UII. Acara berakhir dengan diskusi interaktif yang antusias. UII berharap kegiatan ini menjadi pemantik bagi seluruh sivitas akademika. Komitmen menjalankan pola hidup sehat harus terus terjaga demi pelayanan pendidikan yang optimal.

 

Baca artikel terkait kami:

Ikut kami di media sosial.

Loading

Direktorat Sumber Daya Manusia/Sekolah Kepemimpinan mengambil langkah proaktif dalam mendukung kesejahteraan sivitasnya. Sebagai wujud komitmen tersebut, DSDM secara resmi meluncurkan ‘Layanan Konseling Pegawai’. Peluncuran ini ditandai dengan “Seminar Kesejahteraan Mental untuk Kinerja Optimal”. Adapun, agenda tersebut diadakan di Auditorium Fakultas Hukum, Kampus Terpadu UII, pada Rabu (12/11/2025).

Seminar ini menghadirkan pembicara utama, yaitu Prof. Aulia Iskandarsyah, M.Si., M.Sc., Ph.D., seorang pakar yang fokus pada psikologi kesehatan dan psikologi medis. Dalam paparannya, Prof. Aulia mengupas tuntas mengenai pentingnya Psikologi Kesehatan Kerja. Selanjutnya, beliau menekankan bahwa dinamika dan tingginya tuntutan di dunia akademik—yang dialami baik oleh dosen maupun tenaga kependidikan (tendik) dalam layanan administrasi—membuat faktor psikologis dan kesehatan mental menjadi sangat relevan.

Peluncuran layanan ini menegaskan bahwa kesehatan mental bukanlah isu sekunder, melainkan fondasi utama untuk produktivitas. Prof. Aulia menyoroti bagaimana konseling menjadi kebutuhan penting untuk membantu pegawai mengelola stres, mencegah kelelehan mental (burnout), dan menjaga keseimbangan hidup (work-life balance). Oleh karena itu, layanan yang ditujukan bagi dosen dan tendik UII ini diharapkan menjadi ruang aman yang konfidensial untuk berdiskusi. Pada akhirnya, UII berupaya menciptakan ekosistem kerja yang lebih sehat, suportif, dan humanis.

 

 

Baca artikel terkait kami:

Ikut kami di media sosial : Youtube Instagram

Loading

Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menunjukkan komitmen dan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para purnatugas pegawai tetapnya melalui kegiatan Outing Purnatugas Pegawai Tetap UII. Acara yang berlangsung di Griya Persada Hotel & Convention Kaliurang pada Kamis, 06 November 2025, ini dirancang sebagai wadah silaturahmi, pembekalan semangat, dan peningkatan kekompakan. Dengan tema yang berfokus pada kesejahteraan di usia lanjut, kegiatan ini bertujuan memberikan energi baru yang positif bagi para peserta.

Setelah proses registrasi dan pengkondisian peserta di area outdoor, acara dibuka secara resmi oleh MC dan dilanjutkan dengan sambutan dari Prof. Dr. Zaenal Arifin, M.Si., Wakil Rektor Bidang Sumber Daya & Pengembangan Karier UII. Suasana keceriaan langsung memuncak pada sesi Fun Games. Sesi ini berhasil mengajak para purnatugas yang terdiri dari tenaga kependidikan dan dosen UII untuk aktif bergerak, tertawa, dan membangun kebersamaan, sebelum akhirnya memasuki waktu istirahat yang nyaman dengan Coffee Break dan pengkondisian di Area Pendopo.

dr. Alfan memberikan penjelasan mengenai kesehatan bagi purnatugas.

Puncak acara dari kegiatan ini adalah sesi Edukasi Kesehatan yang sangat dinantikan, mengusung topik “Menjaga Kesehatan di Usia Lanjut”. Sesi ini disampaikan secara menarik melalui ceramah dan diskusi interaktif oleh narasumber kredibel, dr. Alfan Nur Asyhar. Sebagai Dosen Fakultas Kedokteran (FK) UII sekaligus Dokter Tim Nasional Sepakbola Indonesia, dr. Alfan membekali peserta dengan pemahaman komprehensif, meliputi:
* ​Pentingnya pola hidup sehat yang terstruktur.
* ​Pengetahuan mendalam tentang penyakit kronis umum dan strategi pencegahannya.
* ​Kesadaran tentang vitalnya kesehatan mental dan sosial bagi lansia.
​Sesi tanya jawab yang interaktif menunjukkan antusiasme tinggi para purnatugas untuk tetap menjalani masa usia lanjut sebagai individu yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif.

​Keseluruhan agenda, mulai dari Fun Games yang penuh tawa hingga Edukasi Kesehatan yang mencerahkan, dinilai sukses mencapai tujuan umumnya yaitu memberikan bekal pengetahuan yang komprehensif agar para purnatugas dapat memiliki badan yang sehat, pikiran yang segar, silaturahmi yang kuat, dan jiwa yang produktif. Kegiatan Outing dan Edukasi Kesehatan ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi purnatugas, tetapi juga sebagai pelayanan kesehatan preventif yang sangat bermanfaat bagi kelanjutan masa purnatugas yang berkualitas. Oleh karena itu, besarnya manfaat yang dirasakan dan nilai positif yang terkandung di dalamnya sangat diharapkan dapat menjadikan agenda ini sebagai program tahunan yang konsisten diadakan oleh UII untuk mendukung kesejahteraan berkelanjutan para purnatugasnya di masa yang akan datang.

 

Baca artikel terkait kami:

Ikut kami di media sosial : Youtube Instagram

 

Loading

Sabtu (12/10/2024) – Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Seminar Edukasi Pensiunan dan Fun Games untuk pensiunan UII di The Allabun Resto & Glamping, Kaliurang. Acara ini dihadiri oleh pensiunan UII yang berangkat dari Kampus Cik Di Tiro dan Kampus Terpadu. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi pensiunan yang telah mengabdikan diri untuk institusi.

Para peserta mulai berkumpul di lokasi penjemputan masing-masing sejak pagi hari. Rombongan dari Kampus Cik Di Tiro berkumpul pada pukul 06.30 WIB, sementara rombongan dari Kampus Terpadu mulai berkumpul pada pukul 07.00 WIB. Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih satu jam, mereka tiba di lokasi acara pada pukul 07.30 WIB dan langsung melakukan registrasi dengan penuh antusiasme.

Acara dibuka oleh MC pada pukul 08.00 WIB, dilanjutkan dengan sambutan hangat dari Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Pengembangan Karier, Prof. Dr. Zaenal Arifin, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan dan berharap acara ini dapat memperkuat ikatan di antara mereka. Selanjutnya, peserta mengikuti seminar edukasi bertema islami yang dibawakan oleh Drs. Agus Mansur, S.T., M.Eng.Sc. dengan tema “Membangun Rutinitas Spiritual untuk Menjadi Diri yang Lebih Baik di Usia Emas”. Sesi ini berlangsung hingga pukul 09.30 WIB dan memperkaya pengetahuan. Seminar diakhiri dengan sesi tanya jawab yang aktif, serta persembahan apresiasi bagi para pensiunan.

Setelah sesi seminar, peserta berfoto bersama untuk mengabadikan momen kebersamaan. Acara dilanjutkan dengan sesi fun games mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. Berbagai permainan interaktif yang menyenangkan menciptakan suasana ceria dan menumbuhkan kekompakan di antara para peserta.

Usai agenda fun games, peserta menikmati makan siang bersama dalam suasana yang hangat sebelum menunaikan shalat Dhuhur. Acara berakhir dengan perjalanan pulang pada pukul 13.00 WIB, meninggalkan kesan mendalam dan kebersamaan yang erat.

Dengan kegiatan ini, UII berharap dapat membagikan kebahagiaan bagi pensiunan, sekaligus mempererat tali silaturahim antar peserta. Kegiatan ini bukan hanya tentang materi pada kegiatan, tetapi juga tentang membangun komunitas yang saling mendukung dan membangun silaturahim. UII berkomitmen untuk terus menjaga hubungan baik dengan pensiunan, sebagai bagian dari keluarga besar universitas yang tak terlupakan.

 

Pratampil Video Kegiatan Seminar Edukasi dan Fun Games Pensiunan UII 2024: <Pratampil Seminar Edukasi dan Fun Games Pensiunan UII 2024>

Loading

Loading