Berita-berita kegiatan yang terkait dengan DSDM UII

Yogyakarta, 9 Februari 2026 – Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menggelar workshop sosialisasi mengenai optimalisasi penilaian kinerja dosen. Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, bersama Direktur SDM, Ike Agustina, secara langsung menghadiri pertemuan ini. Dalam sambutannya, Rektor menekankan betapa pentingnya menjaga akurasi dan konsistensi data untuk pelaporan BKD UII 2026.

Selanjutnya, Prof. Eko Hadi Sugiono selaku narasumber utama memaparkan berbagai pembaruan teknis. Beliau menjelaskan mulai dari cara menghitung SKS hingga ketentuan khusus bagi dosen dengan tugas belajar. Oleh karena itu, kami merangkum poin krusial yang perlu Bapak/Ibu Dosen perhatikan berikut ini.

Jadwal Penting Pelaporan BKD UII 2026

  • 11 – 15 Februari 2026: Periode pengayaan data aktivitas Catur Dharma pada aplikasi sistem.

  • 11 – 15 Februari 2026: Verifikasi kesesuaian data pengajaran di SISTER dengan bukti ajar.

  • 15 Februari 2026: Batas akhir (deadline) simpan permanen data BKD.

  • 16 – 24 Februari 2026: Proses penilaian oleh Asesor.

  • 16 – 24 Februari 2026: Masa perbaikan (revisi) oleh dosen jika ada catatan dari Asesor.

  • 28 Februari 2026: Pelaporan BKD Universitas ke LLDIKTI Wilayah V.

 

Ketentuan Teknis dan Beban Kerja (SKS)

Meskipun wacana pengurangan beban administrasi sempat muncul, pedoman dasar pelaporan BKD UII 2026 tetap mengacu pada matriks kinerja dan PO BKD 2021. Berkaitan dengan hal tersebut, Prof. Eko Hadi Sugiono memberikan beberapa penekanan penting:

  1. Beban SKS: Dosen wajib memenuhi beban kerja minimal 12-16 SKS per semester.

  2. Penelitian & Publikasi:

      • Tim penilai akan menghitung artikel pada jurnal terakreditasi (Sinta 1 & 2) berdasarkan tanggal terbit (published date).

      • Sebaiknya melaporkan rekam jejak publikasi apa adanya tanpa pengurangan. Hal ini bertujuan untuk mendukung karir jangka panjang.

  3. Pengabdian & Penunjang: Sistem akan mengakui prestasi akademik pembimbingan mahasiswa tingkat nasional/internasional sebagai kinerja pendidikan. Sementara itu, prestasi non-akademik masuk ke dalam kategori penunjang.

 

Gambar 1. Prof. Dr. Eko Hadi Sujiono, M.Si. sebagai perwakilan Tim BKD Kemendiktisaintek memberikan arahan.

Panduan Bagi Dosen dengan Kondisi Khusus

Selain poin teknis di atas, narasumber juga membahas solusi bagi dosen yang memiliki status tugas khusus. Berikut rinciannya:

1. Dosen Tugas Belajar (Tubel)

Wajib mengunduh dan mengunggah Laporan Kemajuan Studi yang diambil langsung dari aplikasi UII. Oleh sebab itu, Tim BKD tidak menyarankan penggunaan laporan format lain. Jika belum memiliki KHS (Kartu Hasil Studi), Anda dapat mengunggah SK Tugas Belajar dan Letter of Acceptance (LoA) sebagai gantinya.

2. Dosen dengan Tugas Tambahan

Bagi dosen yang menjabat (DT), pilakan mengisi data melalui formulir khusus pada tautan: <tautan apabila ada>. Perlu diingat, sistem tidak akan mencabut status dosen secara otomatis saat masa tugas tambahan berakhir. Namun, Anda harus menyesuaikan kembali status tersebut ke tugas reguler.

3. Kendala Data Pengajaran

ika Anda menemukan perbedaan data pengajaran antara realisasi dan sistem, segera laporkan masalah tersebut. Anda dan admin fakultas dapat menggunakan formulir kendala di tautan: <tautan apabila ada>.

Proses pelaporan BKD UII 2026 ini bukan sekadar kewajiban administratif. Lebih dari itu, pelaporan ini merupakan upaya kita bersama dalam menjaga mutu dosen sebagai pendidik profesional. Prof. Jaka Nugraha, Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik, sangat berharap proses pengisian ini berjalan lancar tanpa kendala teknis.

Jadi, pastikan Anda melakukan simpan permanen sebelum 15 Februari 2026 untuk menghindari kegagalan pelaporan.

Rekaman Zoom di sini.
Materi workshop di sini.

Tautan terkait:

 

Ikut kami di media sosial.

Loading

Yogyakarta, 21 Januari 2026 – Direktorat Sumber Daya Manusia Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Pembukaan Majelis Taklim Rektorat tahun 2026 dengan suasana yang sarat akan nilai spiritual di Ruang Sidang Lantai 2 Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. M. Sardjito. Acara yang berlangsung pada Rabu, 21 Januari 2026 ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari tenaga kependidikan dan jajaran pejabat struktural di tingkat Rektorat UII.

Mengawali kajian, narasumber Dr. H. Aris Munandar, S.S., M.P.I., yang merupakan pakar Fikih Muamalat sekaligus dewan pengawas syariah bersertifikasi DSN-MUI, memaparkan data keprihatinan sosial sebagai latar belakang pentingnya tema “Fikih Rezeki Halal dan Berkah”. Beliau menyoroti angka kriminalitas yang masih tinggi, mulai dari puluhan ribu kasus pencurian dengan pemberatan hingga fakta mengejutkan bahwa Indonesia menempati peringkat pertama dunia untuk judi online dengan jumlah pemain mencapai 201.122 orang menurut data DroneEmprit. Kondisi sosiologis ini menjadi alarm bagi para pegawai di lingkungan akademis untuk membentengi diri dengan pemahaman agama yang kuat agar tidak terjerumus ke dalam lingkaran harta haram yang merusak tatanan masyarakat dan keberkahan institusi.

Jamaah Majelis Taklim Unit Rektorat

Gambar 1. Jamaah Majelis Taklim Unit Rektorat dengan Penceramah Ust. Dr. Aris Munandar.

Bahaya Harta Haram vs Kemuliaan Harta Halal

Dalam penyampaiannya yang sangat runtut, Dr. Aris Munandar menguraikan perbandingan kontras antara dampak harta haram dan kemuliaan harta halal. Beliau menegaskan “kabar buruk” bagi pemilik harta haram, di antaranya adalah doa yang tertolak, ibadah yang tidak diterima oleh Allah SWT, hingga ancaman siksa neraka bagi daging yang tumbuh dari sesuatu yang tidak suci.

Sebaliknya, harta halal dipaparkan sebagai kunci “kabar baik” yang mencakup terkabulnya doa, kelembutan hati, serta keselamatan bagi diri dan keluarga. Mengutip Imam Ahmad bin Hanbal, beliau menjelaskan bahwa konsumsi makanan halal adalah faktor utama yang membuat hati menjadi tenang dan lembut. Lebih lanjut, peserta diajak memahami pembagian harta haram yang terdiri dari dua jenis: haram karena zatnya dan haram karena cara mendapatkannya—baik itu karena pemilik tidak ridha (seperti pencurian) maupun karena Allah tidak meridhai transaksinya meski pemiliknya setuju (seperti riba).

Sebagai teladan profesionalisme, beliau mengisahkan bagaimana para Nabi terdahulu tetap bekerja dengan beragam profesi, mulai dari petani, tukang kayu, hingga penggembala, yang semuanya disatukan oleh kode etik “Al-Qawiyyu Al-Amin” atau pribadi yang kuat secara kompetensi dan amanah secara integritas sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an surah Al-Qashash ayat 26.

Kajian ustadz Dr. Aris Munandar di Rektorat UII

Gambar 2. Ustadz Dr. Aris Munandar menyampaikan tausiyah pada jamaah Majelis Taklim Unit Rektorat UII.

Menghindari Praktik Muamalat Kontemporer: Riba, Judi, dan Gharar

Memasuki sesi akhir yang lebih teknis, Dr. Aris Munandar memberikan peringatan keras terhadap praktik-praktik muamalat kontemporer yang berisiko merusak keberkahan rezeki, terutama riba, judi, dan gharar. Beliau merinci bahwa riba dapat muncul baik dalam skema jual beli maupun utang piutang, sementara judi didefinisikan sebagai setiap permainan yang menempatkan pesertanya dalam posisi antara untung (ghunm) atau rugi (ghurm).

Tak kalah penting, narasumber menjelaskan bahaya gharar atau transaksi spekulatif yang memiliki kesudahan “gelap” atau tidak jelas, yang sangat dilarang dalam Islam karena mengandung unsur penipuan terselubung. Sebagai penutup yang menyentuh hati, beliau menekankan bahwa keberkahan rezeki tidak diukur dari jumlah yang banyak, melainkan dari cara mendapatkannya dengan jiwa yang lapang—tidak rakus—serta senantiasa mengedepankan kejujuran dalam setiap transaksi.

Dengan prinsip kejujuran, berkah dalam penghasilan tidak akan dicabut oleh Allah SWT, sehingga setiap rupiah yang dibawa pulang oleh para pegawai Rektorat UII benar-benar menjadi energi positif bagi kehidupan berkeluarga dan pengabdian di universitas.

 

Baca artikel terkait kami:

Ikut kami di media sosial :

Loading

Memasuki awal tahun 2026, jumlah dosen Universitas Islam Indonesia (UII) dengan jabatan akademik profesor kembali bertambah. Kali ini jabatan akademik tertinggi berhasil diraih oleh Dosen Program Studi Hukum Fakultas Hukum, Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si. sebagai profesor dalam bidang Ilmu Hukum Hak Asasi Manusia.

Dengan bertambahnya satu profesor baru, hingga awal 2026 UII memiliki 48 profesor aktif yang tersebar di berbagai bidang keilmuan. Capaian tersebut mencerminkan komitmen UII dalam memperkuat pengembangan akademik, riset, dan kontribusi keilmuan bagi masyarakat.

Surat Keputusan (SK) Kenaikan Jabatan Akademik Profesor diserahkan secara simbolis oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., kepada Rektor UII, Fathul Wahid.

Penyerahan SKGB Prof. Suparman Marzuki

Gambar 1. Penyerahan SK Guru Besar Suparman Marzuki dari LLDIKTI.

Selanjutnya, SK tersebut diserahkan Rektor kepada Suparman Marzuki. Prosesi penyerahan berlangsung pada Rabu (14/1) di Gedung Prof. Dr. dr. Sardjito, M.D., M.P.H., Kampus Terpadu UII.

Peningkatan jumlah profesor tersebut mencerminkan komitmen UII dalam memperkuat peran dan kontribusinya di dunia pendidikan tinggi nasional. Ke depan, jumlah profesor di UII dinilai masih berpotensi terus bertambah.

Saat ini, UII memiliki 779 dosen, dengan 253 di antaranya bergelar doktor (S3). Dari jumlah tersebut, 115 dosen telah menduduki jabatan akademik Lektor Kepala, dan 79 dosen di antaranya telah memenuhi persyaratan untuk memperoleh jabatan akademik tertinggi, yakni profesor.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Sekolah Kepemimpinan UII, Ike Agustina, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menyampaikan bahwa Universitas Islam Indonesia secara konsisten membangun ekosistem yang mendukung dosen dalam meraih jabatan akademik tertinggi. Dukungan tersebut tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi dirancang sebagai strategi pengembangan karier akademik yang terencana dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis yang dikembangkan bersama para pemangku kepentingan di lingkungan UII, mulai dari tingkat universitas, fakultas, hingga jurusan. Program-program tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas riset dan publikasi dosen sesuai dengan bidang keilmuannya.

Berbagai skema stimulan telah dijalankan, antara lain hibah penelitian, pendampingan penulisan dan publikasi ilmiah bereputasi internasional, serta fasilitasi riset kolaboratif lintas fakultas dan jurusan, termasuk kerja sama dengan perguruan tinggi mitra UII di dalam dan luar negeri. Inisiatif ini dinilai efektif dalam mempercepat pencapaian jabatan akademik dosen sekaligus meningkatkan kualitas dan dampak keilmuan yang dihasilkan.

Dalam wawancaranya, Suparman Marzuki mengungkapkan menjadi seorang profesor adalah puncak tanggung jawab atau noblesse oblige. Menurutnya, gelar ini bukan sekadar pengakuan atas produktivitas akademik, melainkan mandat moral untuk menjadi suara bagi mereka yang tak terdengar.

“Pencapaian ini adalah pengingat bahwa semakin tinggi kedudukan akademik seseorang, semakin besar pula kewajibannya untuk membela martabat manusia dan memastikan keadilan hukum dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” ungkapnya.

Foto Bersama LLDIKTI, Pimpinan Universitas, dan Prof. Suparman Marzuki

Gambar 2. Penyerahan SK Guru Besar Prof. Suparman Marzuki bersama LLDIKTI.

Lebih lanjut, Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII ini mengatakan fokus utama yang menjadi bidang keilmuan yang ditekuni adalah Hukum Hak Asasi Manusia (HAM) yang ke depannya diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam membangun kerangka hukum yang integrative bagi pemenuhan, penghormatan, dan perlindungan hak asasi manusia.

“Riset hukum yang saya tekuni bertujuan untuk menghadirkan keadilan yang substantif. Melalui kajian terhadap perlindungan HAM, riset saya berupaya memberikan rekomendasi kebijakan bagi penguatan regulasi yang lebih memihak kepada kelompok rentan. Memastikan bahwa instrumen hukum bukan sekadar teks yang kaku, melainkan alat untuk memanusiakan manusia,” lanjut Suparman Marzuki.

Sosok dosen yang juga pernah mengemban amanah sebagai Ketua Komisi Yudisial RI tahun 2013 – 2015 ini berpesan bahwa dunia akademik, terutama di bidang hukum, menuntut ketajaman akal sekaligus kepekaan nurani.

“Pesan saya, jadilah Intelektual yang berpihak, hukum tidak beroperasi di ruang hampa, ia selalu bersentuhan dengan realitas kemanusiaan, jangan hanya mengejar apa bunyi undang-undangnya, tapi tanyakan apakah ini adil,” tutur Suparman Marzuki.

Tak lupa, Suparman Marzuki juga menyampaikan pesan kepada para dosen muda dan mahasiswa agar terus bertumbuh dan berkontribusi dalam dunia akademik.

“Teruslah membaca dan mendengar, jangan pernah merasa sudah sampai di ujung ilmu. Teruslah belajar dari buku, namun jangan lupa untuk mendengar keresahan masyarakat, karena dari sanalah inspirasi riset yang paling bermakna berasal,” tutupnya.

– Kolaborasi DSDM dan HUMAS UII

Tautan terkait:

 

Ikut kami di media sosial.

Loading

Universitas Islam Indonesia (UII) menerima bantuan lima pohon kelengkeng dari Telaga Nursery. Pihak kampus menanam pohon tersebut pada Rabu, 24 Desember 2025. Kegiatan ini memperkuat silaturahmi dan kolaborasi antara kedua pihak. UII dan Telaga Nursery menjalin kerja sama dalam pembekalan purna tugas pegawai.

Pohon tersebut merupakan jenis kelengkeng Itoh Super. Varietas unggulan dataran rendah ini memiliki kualitas buah premium. Kelengkeng Itoh Super memiliki daging buah tebal dan biji relatif kecil. Rasanya manis legit dengan aroma yang sangat khas.

Varietas ini bersifat sangat adaptif dan produktif. Banyak orang mengembangkannya di berbagai perkebunan di Indonesia. Tanaman ini memiliki nilai edukatif, ekonomis, dan berkelanjutan.

Telaga Nursery mengelola perkebunan kelengkeng sebagai lokasi pembelajaran. UII memanfaatkan lokasi tersebut untuk kegiatan pembekalan purna tugas. Peserta pembekalan memperoleh wawasan praktis dari kegiatan tersebut. Mereka juga belajar nilai keberlanjutan dan produktivitas pasca pensiun.

Staf Direktorat SDM/Sekolah Kepemimpinan mewakili pihak UII dalam kegiatan ini. Owner Telaga Nursery, Isto Suwarno, hadir langsung di lokasi. Pengelola Umum Telaga Nursery, Faizal Wahyu, turut mendampingi beliau. Pihak Nursery memberikan bantuan pohon sebagai ungkapan terima kasih. Langkah ini mengapresiasi kerja sama dan hubungan baik keduanya.

Petugas menanam pohon di sisi utara sebelah barat Rusun Putri UII. Penyerahan bantuan berlangsung secara simbolis. Kedua pihak kemudian melakukan penanaman bersama. Hal ini mewujudkan komitmen kebersamaan dan kolaborasi yang berkelanjutan.

UII menyambut baik inisiatif dari Telaga Nursery. Mereka berharap pohon tersebut tumbuh subur dan memberikan manfaat. Tanaman ini menjadi simbol sinergi dan kolaborasi yang terjaga. Inisiatif ini selaras dengan tema Milad ke-82 UII, “UII Mengerti Bumi”. Langkah tersebut membuktikan kepedulian universitas terhadap kelestarian lingkungan.

 

Baca artikel terkait kami:

Ikut kami di media sosial :

Loading

Yogyakarta, 19 Desember 2025 – Unit Rektorat Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Majelis Taklim UII bertajuk “Aqidah dan Pemikiran Kontemporer”. Langkah ini merupakan upaya membentengi integritas spiritual pegawai di tengah derasnya arus ideologi modern. Kegiatan berlangsung khidmat pada Jumat (19/12) di Ruang Sidang Datar Lantai 2, Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. M. Sardjito. Ustadz Ridwan Hamidi, Lc., M.P.I. hadir sebagai pemateri utama dalam majelis ilmu ini.

Panitia mengangkat tema tersebut sebagai ruh utama pembekalan civitas akademika. Fenomena pendangkalan akidah menjadi perhatian serius saat ini. Dalam paparannya, pemateri menekankan bahwa akidah bukanlah sekadar keyakinan pasif. Sebaliknya, akidah adalah sebuah blueprint atau panduan komprehensif. Panduan ini berfungsi membangun karakter individu yang tangguh dan masyarakat yang stabil.

Akidah sebagai Cetak Biru Kehidupan

Ustadz Ridwan Hamidi menguraikan pentingnya fondasi iman sebelum menjalankan ritual syariat. Tanpa akar keyakinan yang menghujam kuat, ibadah berisiko menjadi aktivitas mekanis belaka. Bahkan, hal ini bisa memunculkan ‘trauma syariat’ karena kurangnya pemahaman esensial.

Suasana Majelis Taklim

Gambar 1. Ustadz Ridwan Hamidi menyampaikan materi Akidah Era Kontemporer.

“Iman harus menjadi fondasi utama sebelum menjalankan ritual syariat. Tanpa akar keyakinan yang menghujam kuat, ibadah berisiko menjadi mekanis atau bahkan memunculkan ‘trauma syariat’ karena kurangnya pemahaman esensial,” urai Ustadz Ridwan.

Selanjutnya, majelis membahas tantangan paham pluralisme agama dan sinkretisme. Akidah Islamiyah berperan sebagai landasan Al-Iman Al-Jazim, yaitu keimanan yang kokoh dan tak tergoyahkan. Seorang Muslim harus terhindar dari upaya penyamaan semua keyakinan yang merusak integritas iman. Namun, di sisi lain, ia harus tetap mampu berkontribusi positif, jujur, dan adil bagi masyarakat luas.

Membentengi Diri dari Materialisme

Majelis ini juga menyoroti dominasi pola pikir materialisme dan hedonisme. Akidah yang kuat akan menggeser orientasi hidup pegawai. Tujuannya beralih dari sekadar pencapaian materi duniawi menuju pencarian rida Allah SWT. Manifestasi akidah dalam praktik nyata memastikan seseorang tidak menjadi “robot” rutinitas. Keimanan bertindak sebagai jangkar agar individu tidak terombang-ambing gaya hidup.

Upaya internalisasi nilai akidah ini diharapkan dapat terwujud dalam sikap amanah. Seluruh pegawai Unit Rektorat harus memegang teguh integritas dalam menjalankan tanggung jawab profesional. Akidah tidak boleh berhenti sebagai hafalan teoretis, melainkan harus menjadi energi penggerak untuk berkarya dengan penuh keikhlasan.

 

Baca artikel terkait kami:

Ikut kami di media sosial :

Loading

Yogyakarta, 17 Desember 2025 – Universitas Islam Indonesia (UII) kembali mempertegas komitmennya terhadap kesejahteraan pegawai. Direktorat Sumber Daya Manusia/Sekolah Kepemimpinan (DSDM/SK) menginisiasi agenda rutin Webinar Kesehatan Holistik. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (17/12) menjelang penghujung tahun 2025. Fokus utama diskusi kali ini adalah menjaga keseimbangan fisik dan mental bagi dosen serta tenaga kependidikan. Tantangan rutinitas akademik yang padat menuntut kondisi tubuh yang prima.

Sebagai institusi dengan rekam jejak panjang selama 82 tahun, UII memiliki keyakinan kuat. Produktivitas dalam mencetak pemimpin bangsa berintegritas bermula dari kesehatan para pegawainya. Oleh karena itu, webinar ini mengupas tuntas strategi pengendalian kolesterol, trigliserida, dan asam urat. Selain itu, peserta mempelajari cara mengontrol gula darah dan tekanan darah melalui pendekatan mindful eating.

Presentasi Narasumber

Gambar 1. dr. Khalimur Rouf menyampaikan materi Kesehatan Holistik

Hubungan Kortisol dan Sindrom Metabolik

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Mochammad Khalimur Rouf, MSc., Sp.PD., hadir sebagai narasumber ahli. Beliau memaparkan kaitan erat antara tekanan pekerjaan dengan risiko penyakit kronis. Stres kerja ternyata memicu lonjakan hormon kortisol. Kondisi ini berdampak buruk pada gangguan metabolisme tubuh.

“Tekanan pekerjaan yang tidak dikelola dengan baik bukan sekadar beban pikiran, tapi berdampak nyata secara biologis melalui pelepasan adrenalin dan kortisol yang memicu obesitas hingga penyakit kardiovaskular,” ujar dr. Khalimur Rouf tegas.

Peserta diajak untuk lebih peka dalam mengidentifikasi pemicu stres atau stressor. Selanjutnya, mereka belajar menganalisis kebiasaan makan buruk. Sering kali, makan berlebih muncul sebagai mekanisme pelarian dari tekanan profesional.

Strategi Mindful Eating dan Pendekatan Spiritual

Dalam sesi materi, strategi preventif menjadi sorotan utama. Narasumber membekali peserta dengan panduan praktis mengenai gizi seimbang dan diet rendah purin. Kemudian, peserta mendalami teknik mindful eating atau makan dengan kesadaran penuh. Teknik ini efektif mengontrol kadar gula dan tekanan darah. Tidak ketinggalan, filosofi spiritual turut dibahas. Integrasi manfaat puasa sangat baik untuk kesehatan mental dan fisik.

Diskusi Interaktif Narasumber dan Peserta

Gambar 2. Peserta diberi kesempatan untuk melakukan diskusi interaktif.

Pendekatan ini bertujuan mencapai harmoni antara tubuh, pikiran, dan jiwa (mind, body, and soul). Hal ini sejalan dengan nilai-nilai keislaman di lingkungan UII. Acara berakhir dengan diskusi interaktif yang antusias. UII berharap kegiatan ini menjadi pemantik bagi seluruh sivitas akademika. Komitmen menjalankan pola hidup sehat harus terus terjaga demi pelayanan pendidikan yang optimal.

 

Baca artikel terkait kami:

Ikut kami di media sosial.

Loading

Yogyakarta – Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan pelepasan purna tugas tenaga kependidikan unit rektorat. Acara ini berlangsung pada Jumat, 12 Desember 2025. Acara berlangsung pukul 13.00–15.00 WIB di Gedung Kuliah Umum Prof. Sardjito UII. Direktorat Sumber Daya Manusia/Sekolah Kepemimpinan UII dan pimpinan universitas memberikan penghargaan atas dedikasi staf yang memasuki masa purnatugas.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Pengembangan Karier, Direktur SDM/SK, serta pimpinan unit menghadiri kegiatan ini. UII secara resmi melepas tiga tenaga kependidikan purna tugas. Mereka adalah Joko Sugeng Prianto, S.IP, M.Hum., purnatugas Direktorat Perpustakaan. Mahrus, purnatugas Direktorat Layanan Akademik. dan Sholikhin, S.Kom, M.Kom., purnatugas Badan Sistem Informasi. Universitas juga memberi penghormatan kepada keluarga almarhum Wahyu Widayanto, S.T., purnatugas Direktorat Sarana dan Prasarana. Langkah ini menjadi bentuk empati dan penghargaan atas pengabdian beliau semasa bertugas.

Agenda Pelepasan Tendik Tetap Unit Rektorat Penuh Khidmat

Hasan Nur Fadli, S.Tr.Sos., M.Tr.Sos. memandu acara selaku pembawa rangkaian kegiatan. Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti seluruh ruangan. Prof. Dr. Zaenal Arifin, M.Si. kemudian memberikan sambutan hangat. Beliau menekankan pentingnya menjaga ukhuwah dan menata niat. Beliau juga mengajak hadirin menjadikan husnul khatimah sebagai tujuan hidup. Harapan akhirnya adalah perjalanan hidup yang bermuara pada jannah.

Momen haru muncul saat Joko Sugeng Prianto, S.IP., M.Hum., Purnatugas dari Direktorat Perpustakaan menyampaikan kesan. Beliau merasa bersyukur atas pengabdian selama 32 tahun di UII dan berterimakasih. Beliau menceritakan banyak kenangan, pembelajaran dan nilai kebersamaan selama bertugas. Hal ini menyentuh hati seluruh peserta yang hadir.

Penyerahan Apresiasi dari Universitas

Gambar 1. Prof. Dr. Zaenal Arifin, M.Si. dan Ike Agustina, S.Psi., M.Psi., Psi. menyerahkan apresiasi pada Sholikhin, S.Kom., M.Kom.

Apresiasi Tinggi pada Purnatugas Tendik Rektorat

Institusi memberikan kenang-kenangan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi tinggi. Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Pengembangan Karier dan Direktur SDM/SK menyerahkan kado tersebut secara langsung. Pemberian ini merupakan simbol terima kasih atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian para purnatugas. Seluruh purna tugas menerima penghargaan tersebut dengan rasa bangga.

Doa dan ungkapan harapan mengakhiri kegiatan pelepasan ini. Para peserta berharap tali silaturahmi tetap terjaga erat meskipun telah memasuki masa purnatugas. Melalui kegiatan ini, UII menegaskan komitmen dan menjunjung tinggi nilai penghargaan, kekeluargaan, dan kemanusiaan. Langkah ini sejalan dengan visi universitas dalam membangun nilai-nilai keislaman dan kebersamaan.

 

Baca artikel terkait kami:

Ikut kami di media sosial :

Loading

YOGYAKARTA – Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia dan penguatan budaya akademik. Pada Kamis, 11 Desember 2025, UII menyelenggarakan kegiatan Sambut Doktor Baru, sebuah seremoni apresiasi bagi para dosen yang telah berhasil menyelesaikan studi doktoral dan meraih gelar akademik tertinggi. UII menyambut secara resmi 33 dosen dari berbagai disiplin ilmu sebagai doktor baru yang siap memperkuat jajaran tenaga pendidik di lingkungan universitas.

Bentuk Apresiasi dan Motivasi Institusi

UII menyelenggarakan Sambut Doktor bukan sekadar seremoni formal. Acara ini menjadi penghargaan nyata atas dedikasi dosen menempuh studi lanjut. Direktorat Sumber Daya Manusia (DSDM) UII menyatakan bahwa langkah ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi serta kebanggaan institusi. Dengan bertambahnya jumlah doktor, diharapkan budaya riset dan kualitas pengajaran di UII semakin unggul, sekaligus memperkokoh daya saing universitas di tingkat nasional maupun internasional.

Komitmen Pengembangan Sivitas UII

Kehadiran 33 doktor baru di tahun 2025 ini menjadi suntikan energi baru bagi UII dalam mewujudkan visi pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan tantangan zaman. Penguatan kualitas dosen melalui jenjang S3 merupakan investasi jangka panjang UII untuk terus melahirkan inovasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

Rangkaian Acara Khidmat dan Inspiratif

Rangkaian acara formal mengisi jadwal kegiatan dari awal hingga akhir. Pimpinan universitas memberikan sambutan yang menggugah semangat akademik. Panitia juga menyerahkan penghargaan secara langsung kepada para doktor baru. Acara kemudian berakhir dengan doa bersama dan ramah tamah. Tradisi ini mempererat hubungan antar sejawat di lingkungan kampus.

Sambutan dari Rektor UII, Fathul Wahid

Rektor UII, Fathul Wahid memberikan ucapan selamat dan semangat bagi Doktor Baru.

Dampak Bagi Kualitas Pendidikan Nasional

Peningkatan jumlah doktor secara langsung memperkuat posisi UII di Indonesia. UII terus berupaya menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks. Lulusan doktor ini membawa pemikiran segar bagi kurikulum setiap jurusan. Keahlian mereka menjadi kunci utama dalam memecahkan masalah masyarakat luas. UII konsisten melahirkan inovasi melalui tangan-tangan ahli akademik dan menjadi bukti bakti bagi bangsa.

Tautan terkait:

 

Ikuti kami di media sosial : Youtube Instagram

Loading

Yogyakarta, 9 Desember 2025 – Suasana penuh rasa kekeluargaan dan haru mewarnai acara Pelepasan Purna Tugas Dosen dan Tenaga Kependidikan Tetap Universitas Islam Indonesia (UII). Direktorat Sumber Daya Manusia/Sekolah Kepemimpinan UII menyelenggarakan kegiatan ini pada Selasa (9/12). Momentum ini menjadi bentuk apresiasi tertinggi universitas. UII sangat menghargai dedikasi panjang para abdi almamater yang telah memasuki masa purnakarya.

Pada periode ini, UII melepas 20 insan terbaiknya. Mereka terdiri dari 3 orang dosen dan 17 orang tenaga kependidikan (tendik). Acara bermula dengan sambutan dari Ketua Ikatan Keluarga Pegawai (IKP) UII, Drs. Achmad Tohirin, M.A., Ph.D.

Filosofi Pengabdian dari Maisyah hingga Jannah

Rektor UII, Bapak Fathul Wahid, memberikan pesan mendalam mengenai esensi pengabdian dalam sambutannya. Beliau menjabarkan fase perjalanan seorang abdi di UII melalui lima konsep utama. Konsep tersebut meliputi Maisyah (mencari nafkah yang halal), Berkah (kemanfaatan dari hasil kerja), dan Ukhuwah (persaudaraan yang terjalin). Selanjutnya, terdapat fase Husnul Khatimah atau mengakhiri masa tugas dengan baik. Perjalanan ini kemudian bermuara pada harapan meraih Jannah (surga Allah SWT).

Penyerahan Tanda Penghormatan dari Universitas Islam Indonesia

Gambar 1. Rektor UII, Bapak Fathul Wahid didampingi Prof. Dr. Zaenal Arifin, M.Si., menyerahkan bingkisan apresiasi kepada perwakilan purna tugas dalam acara pelepasan di kampus UII (9/12).

Sebagai bentuk penghormatan, Rektor UII menyerahkan bingkisan tali asih secara langsung kepada para purna tugas. Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Pengembangan Karier, Prof. Dr. Zaenal Arifin, M.Si., mendampingi beliau dalam prosesi ini.

Hikmah dalam Pelepasan Purna Tugas UII

Ir. Hastuti Saptorini, M.A. berhalangan hadir secara fisik. Namun, perwakilan dosen purna tugas dari Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ini menyampaikan pesan melalui video. Beliau mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas kesempatan mengabdi selama hampir empat dekade. Beliau merasa telah mendapatkan banyak pengalaman berharga selama masa pengabdian. Pengalaman tersebut termasuk kesempatan menempuh studi di luar negeri. Selain itu, beliau memperoleh ruang luas untuk memperdalam pemahaman agama Islam secara maksimal.

Sejalan dengan hal tersebut, perwakilan tendik, Bapak Joko Sugeng Prianto, S.IP., M.Hum., menyampaikan rasa bangga. Ia berasal dari unit Direktorat Perpustakaan. Ia berterima kasih atas kehormatan dapat mengabdi di kampus nasional tertua di Indonesia ini. Menurutnya, UII telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidupnya.

Acara semakin bermakna dengan pembekalan rohani bertema “Mensyukuri dan Menikmati Masa Pensiun”. Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc. menyampaikan materi tersebut. Beliau menekankan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari perjalanan. Sebaliknya, ini adalah fase untuk lebih banyak bersyukur dan memperbaiki diri.

“Masa pensiun adalah nikmat luar biasa yang wajib kita syukuri tanpa ada rasa kecewa atau menggerutu. Ini adalah saatnya kita melakukan hal yang lebih baik dari apa yang telah kita terima, memanfaatkan waktu senggang dengan sebaik-baiknya, dan tetap merasa bermanfaat bagi orang lain agar senantiasa diberikan keberkahan umur,” tutur Dr. Ir. Harsoyo.

Beliau juga menambahkan bahwa bergabung dengan UII memberikan manfaat besar. Salah satunya adalah memperdalam pemahaman agama. Oleh karena itu, masa purna tugas menjadi waktu yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Kita dapat menjalaninya dengan hati yang lapang dan bahagia.

 

Baca artikel terkait kami:

Ikut kami di media sosial :

Loading

Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan kegiatan Outbound Rektorat UII 2025: Mengokohkan Kolaborasi Memajukan Institusi. Panitia melaksanakan acara ini selama dua hari dalam dua batch. Waktunya adalah Selasa, 25 November 2025 dan Rabu, 26 November 2025. Kegiatan berlangsung pukul 07.00–16.00 WIB di kawasan wisata alam Puncak Becici, Bantul. Selain itu, sebanyak 229 peserta dari lingkungan unit rektorat mengikuti agenda ini dengan antusias.

Direktorat Sumber Daya Manusia/Sekolah Kepemimpinan UII menyelenggarakan kegiatan positif ini. Mereka berkolaborasi secara sinergis dengan Badan Sistem Informasi UII. Peserta kegiatan terdiri atas pejabat struktural dan tenaga kependidikan unit rektorat. Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik dan Riset hadir pada hari pertama. Selanjutnya, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Pengembangan Karier turut hadir pada hari kedua.

Tujuan Utama Outbound Rektorat UII 2025

Panitia menyelenggarakan acara ini sebagai upaya memperkokoh kolaborasi. Kebersamaan pegawai rektorat terwujud melalui kegiatan yang bersifat partisipatif dan rekreatif. Melalui pendekatan outbound, panitia mendorong peserta untuk saling mengenal. Mereka membangun kedekatan serta memperkuat kerja sama lintas unit. Hal ini menjadi modal penting dalam mendukung pelaksanaan tugas institusional.

Rangkaian kegiatan bermula dengan pembukaan oleh Wakil Rektor. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi dan kekompakan dalam mendukung peran strategis rektorat. Selanjutnya, peserta mengikuti berbagai fun games. Permainan ini dirancang untuk membangun soliditas tim. Selain itu, games tersebut meningkatkan komunikasi serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam suasana yang santai dan inklusif.

Pesan Mengenai Keseimbangan Hidup

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Pengembangan Karier menyampaikan pesan penting. Kegiatan outbound memiliki manfaat vital dalam menjaga keseimbangan hidup. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyegaran dari rutinitas kerja. Namun, acara ini juga menjadi ruang untuk membangun relasi sosial yang sehat. Energi positif tersebut berdampak pada peningkatan kualitas kinerja.

Peserta mengikuti jeep tour pada Outbound Rektorat UII 2025 di sekitar Puncak Becici

Gambar 1. Peserta Outbound Rektorat Tahun 2025 berpose di atas jeep sebelum mengikuti jeep tour sebagai rangkaian penutup kegiatan di kawasan Puncak Becici, Bantul.

Sebagai penutup, peserta melanjutkan kegiatan dengan jeep tour. Aktivitas ini semakin mempererat kebersamaan antar peserta. Melalui Outbound Rektorat UII 2025, universitas berharap nilai kolaborasi dan kebersamaan dapat terus terimplementasi. Komitmen bersama harus mewarnai budaya kerja sehari-hari. Hal ini sejalan dengan visi dan misi universitas dalam memajukan institusi secara berkelanjutan.

Baca artikel terkait kami:

Ikut kami di media sosial :

Loading