Tag Archive for: Integritas Pegawai

MAGELANG – Direktorat Sumber Daya Manusia/Sekolah Kepemimpinan (DSDM/SK) Universitas Islam Indonesia (UII) sukses mengawali tahun dengan semangat baru. Mereka menggelar agenda Strategic Retreat 2026 di Enam Langit by Plataran, Magelang, pada 8 Januari 2026. Melalui kegiatan ini, seluruh staf berupaya menyatukan langkah demi membangun masa depan organisasi yang lebih kokoh.

Refleksi Strategis untuk Masa Depan Organisasi

Kegiatan Strategic Retreat 2026 ini berfungsi sebagai jembatan penting untuk mengevaluasi pencapaian pada tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, setiap divisi di DSDM/SK memanfaatkan ruang ini untuk memperbaiki pola komunikasi dan menyempurnakan cara kerja mereka.

Meskipun acara ini baru terlaksana di awal tahun, Direktur SDM/SK menegaskan bahwa esensi kegiatan tetap terjaga. Beliau menjelaskan bahwa agenda ini bukan sekadar liburan akhir tahun yang tertunda. Sebaliknya, kegiatan ini merupakan investasi strategis untuk membangun ikatan (bonding) yang kuat antaranggota direktorat. Oleh karena itu, sinergi tim menjadi target utama yang ingin dicapai selama berada di Magelang.

Filosofi Sapu Harus Lebih Bersih dari Lantai

Salah satu poin utama dalam pertemuan ini adalah arahan langsung dari Wakil Rektor Bidang Sumber Daya & Pengembangan Karier (WR II). Beliau menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya mematuhi aturan universitas dengan penuh tanggung jawab.

Lebih lanjut, WR II mengilustrasikan integritas pegawai melalui sebuah pepatah yang sangat kuat. Beliau menekankan bahwa sapu harus lebih bersih daripada lantai yang akan ia bersihkan. Maknanya, seluruh staf DSDM/SK wajib menjadi teladan pertama dalam kedisiplinan. Hal ini dikarenakan mereka mengemban tanggung jawab untuk mengelola sumber daya manusia bagi seluruh sivitas akademika UII.

Sesi Sharing dengan Masing-masing Peserta

Gambar 1. Mutiara Nur Zulaikha memberikan pendapatnya mengenai tim yang solid.

Mancakrida Seru untuk Mempererat Sinergi Tim

Untuk memeriahkan suasana, DSDM/SK juga mengisi agenda ini dengan sesi mancakrida. Melalui berbagai simulasi permainan di alam terbuka, para peserta melatih koordinasi dan rasa percaya satu sama lain. Aktivitas mancakrida ini terbukti mampu mencairkan suasana dan meruntuhkan sekat-sekat birokrasi antarstaf.

Selanjutnya, salah satu peserta, Mbak Tias, mengungkapkan rasa bahagianya atas kebersamaan ini. Ia berharap agar kegiatan positif seperti ini dapat berlangsung lebih rutin di masa depan. Menurutnya, kerja sama yang solid akan menciptakan DSDM/SK yang jauh lebih andal dalam memberikan pelayanan.

Sebagai penutup, Strategic Retreat 2026 berhasil memberikan suntikan energi bagi seluruh tim. Kini, DSDM/SK UII siap menghadapi tantangan tahun ini dengan fondasi integritas yang lebih bersih dan solidaritas yang semakin kuat.

Baca artikel terkait kami:

 

Ikut kami di media sosial.

Loading

Yogyakarta, 19 Desember 2025 – Unit Rektorat Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Majelis Taklim UII bertajuk “Aqidah dan Pemikiran Kontemporer”. Langkah ini merupakan upaya membentengi integritas spiritual pegawai di tengah derasnya arus ideologi modern. Kegiatan berlangsung khidmat pada Jumat (19/12) di Ruang Sidang Datar Lantai 2, Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. M. Sardjito. Ustadz Ridwan Hamidi, Lc., M.P.I. hadir sebagai pemateri utama dalam majelis ilmu ini.

Panitia mengangkat tema tersebut sebagai ruh utama pembekalan civitas akademika. Fenomena pendangkalan akidah menjadi perhatian serius saat ini. Dalam paparannya, pemateri menekankan bahwa akidah bukanlah sekadar keyakinan pasif. Sebaliknya, akidah adalah sebuah blueprint atau panduan komprehensif. Panduan ini berfungsi membangun karakter individu yang tangguh dan masyarakat yang stabil.

Akidah sebagai Cetak Biru Kehidupan

Ustadz Ridwan Hamidi menguraikan pentingnya fondasi iman sebelum menjalankan ritual syariat. Tanpa akar keyakinan yang menghujam kuat, ibadah berisiko menjadi aktivitas mekanis belaka. Bahkan, hal ini bisa memunculkan ‘trauma syariat’ karena kurangnya pemahaman esensial.

Suasana Majelis Taklim

Gambar 1. Ustadz Ridwan Hamidi menyampaikan materi Akidah Era Kontemporer.

“Iman harus menjadi fondasi utama sebelum menjalankan ritual syariat. Tanpa akar keyakinan yang menghujam kuat, ibadah berisiko menjadi mekanis atau bahkan memunculkan ‘trauma syariat’ karena kurangnya pemahaman esensial,” urai Ustadz Ridwan.

Selanjutnya, majelis membahas tantangan paham pluralisme agama dan sinkretisme. Akidah Islamiyah berperan sebagai landasan Al-Iman Al-Jazim, yaitu keimanan yang kokoh dan tak tergoyahkan. Seorang Muslim harus terhindar dari upaya penyamaan semua keyakinan yang merusak integritas iman. Namun, di sisi lain, ia harus tetap mampu berkontribusi positif, jujur, dan adil bagi masyarakat luas.

Membentengi Diri dari Materialisme

Majelis ini juga menyoroti dominasi pola pikir materialisme dan hedonisme. Akidah yang kuat akan menggeser orientasi hidup pegawai. Tujuannya beralih dari sekadar pencapaian materi duniawi menuju pencarian rida Allah SWT. Manifestasi akidah dalam praktik nyata memastikan seseorang tidak menjadi “robot” rutinitas. Keimanan bertindak sebagai jangkar agar individu tidak terombang-ambing gaya hidup.

Upaya internalisasi nilai akidah ini diharapkan dapat terwujud dalam sikap amanah. Seluruh pegawai Unit Rektorat harus memegang teguh integritas dalam menjalankan tanggung jawab profesional. Akidah tidak boleh berhenti sebagai hafalan teoretis, melainkan harus menjadi energi penggerak untuk berkarya dengan penuh keikhlasan.

 

Baca artikel terkait kami:

Ikut kami di media sosial :

Loading