Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menunjukkan komitmen dan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para purnatugas pegawai tetapnya melalui kegiatan Outing Purnatugas Pegawai Tetap UII. Acara yang berlangsung di Griya Persada Hotel & Convention Kaliurang pada Kamis, 06 November 2025, ini dirancang sebagai wadah silaturahmi, pembekalan semangat, dan peningkatan kekompakan. Dengan tema yang berfokus pada kesejahteraan di usia lanjut, kegiatan ini bertujuan memberikan energi baru yang positif bagi para peserta.

Setelah proses registrasi dan pengkondisian peserta di area outdoor, acara dibuka secara resmi oleh MC dan dilanjutkan dengan sambutan dari Prof. Dr. Zaenal Arifin, M.Si., Wakil Rektor Bidang Sumber Daya & Pengembangan Karier UII. Suasana keceriaan langsung memuncak pada sesi Fun Games. Sesi ini berhasil mengajak para purnatugas yang terdiri dari tenaga kependidikan dan dosen UII untuk aktif bergerak, tertawa, dan membangun kebersamaan, sebelum akhirnya memasuki waktu istirahat yang nyaman dengan Coffee Break dan pengkondisian di Area Pendopo.

dr. Alfan memberikan penjelasan mengenai kesehatan bagi purnatugas.

Puncak acara dari kegiatan ini adalah sesi Edukasi Kesehatan yang sangat dinantikan, mengusung topik “Menjaga Kesehatan di Usia Lanjut”. Sesi ini disampaikan secara menarik melalui ceramah dan diskusi interaktif oleh narasumber kredibel, dr. Alfan Nur Asyhar. Sebagai Dosen Fakultas Kedokteran (FK) UII sekaligus Dokter Tim Nasional Sepakbola Indonesia, dr. Alfan membekali peserta dengan pemahaman komprehensif, meliputi:
* ​Pentingnya pola hidup sehat yang terstruktur.
* ​Pengetahuan mendalam tentang penyakit kronis umum dan strategi pencegahannya.
* ​Kesadaran tentang vitalnya kesehatan mental dan sosial bagi lansia.
​Sesi tanya jawab yang interaktif menunjukkan antusiasme tinggi para purnatugas untuk tetap menjalani masa usia lanjut sebagai individu yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif.

​Keseluruhan agenda, mulai dari Fun Games yang penuh tawa hingga Edukasi Kesehatan yang mencerahkan, dinilai sukses mencapai tujuan umumnya yaitu memberikan bekal pengetahuan yang komprehensif agar para purnatugas dapat memiliki badan yang sehat, pikiran yang segar, silaturahmi yang kuat, dan jiwa yang produktif. Kegiatan Outing dan Edukasi Kesehatan ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi purnatugas, tetapi juga sebagai pelayanan kesehatan preventif yang sangat bermanfaat bagi kelanjutan masa purnatugas yang berkualitas. Oleh karena itu, besarnya manfaat yang dirasakan dan nilai positif yang terkandung di dalamnya sangat diharapkan dapat menjadikan agenda ini sebagai program tahunan yang konsisten diadakan oleh UII untuk mendukung kesejahteraan berkelanjutan para purnatugasnya di masa yang akan datang.

 

Baca artikel terkait kami:

Ikut kami di media sosial : Youtube Instagram

 

Loading

Universitas Islam Indonesia (UII) melalui Direktorat Sumber Daya Manusia menyelenggarakan Workshop Penyusunan Angka Kredit Pranata Teknologi Informasi. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 4 November 2025. Pihak universitas memilih Gedung Kuliah Umum Prof. Sardjito sebagai lokasi utama pelaksanaan. Selain itu, sebanyak 45 Pranata Teknologi Informasi di lingkungan UII menghadiri acara tersebut dengan antusias.

Fokus Pengembangan Karier TI di Lingkungan Kampus

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai peraturan jabatan fungsional. Pihak penyelenggara juga menjelaskan mekanisme penilaian angka kredit secara detail dan mendalam. Selain itu, kegiatan ini memberikan informasi terkait jenis kegiatan yang layak untuk diajukan. Panitia memaparkan tata cara serta alur pengajuan kenaikan jabatan fungsional bagi para staf. Tujuannya adalah memotivasi Pranata TI agar terus mengembangkan kompetensi mereka setiap saat. Selanjutnya, peningkatan jenjang jabatan fungsional menjadi fokus utama dalam seluruh rangkaian sesi ini.

Materi Strategis Workshop Pranata Teknologi Informasi UII

Kepala Badan Sistem Informasi UII, Mukhammad Andri Setiawan, hadir sebagai narasumber utama. Beliau menyampaikan materi mengenai kebijakan jabatan fungsional Pranata TI secara komprehensif kepada peserta. Selain itu, beliau memberikan strategi efektif dalam pengelolaan angka kredit bagi tenaga kependidikan. Peran strategis Pranata TI sangat penting dalam mendukung transformasi digital kampus saat ini. Oleh karena itu, narasumber mendorong interaksi aktif melalui sesi ceramah dan diskusi tanya jawab. Peserta kemudian mendalami berbagai permasalahan teknis yang sering muncul selama proses pengajuan karier.

Melalui paparan dan diskusi tersebut, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif dan jelas. Hal ini sangat mendukung pengembangan karier jabatan fungsional mereka di masa depan. Melalui pelaksanaan workshop ini, UII berharap staf TI menjadi lebih siap dan proaktif. Mereka kini mampu merencanakan jenjang karier dengan lebih matang serta terukur. Sekaligus, para peserta dapat berkontribusi secara optimal dalam mendukung tata kelola teknologi kampus. Maka, layanan informasi di lingkungan UII akan semakin berkembang dan berkualitas tinggi. Inisiatif ini menjadi bukti nyata komitmen UII dalam meningkatkan profesionalisme seluruh tenaga kependidikannya. Dengan demikian, setiap staf memiliki peluang besar untuk mencapai puncak karier mereka masing-masing.

 

Baca artikel terkait kami:

Ikut kami di media sosial :

Loading

Yogyakarta, 3 November 2025 – Direktorat Sumber Daya Manusia/Sekolah Kepemimpinan Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Pembekalan Bagi Purna Tugas dan Calon Purna Tugas Universitas Islam Indonesia. Kegiatan strategis ini dilaksanakan pada hari Senin, 3 November 2025, bertempat di Ruang Auditorium Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) UII. Pembekalan diikuti oleh 73 peserta, yang terdiri dari tenaga kependidikan yang memasuki masa purna tugas periode 2021-2025, serta pegawai yang akan memasuki purna tugas pada tahun 2026.

Fokus pada Transisi dan Kemandirian

Pembekalan ini memiliki tujuan fundamental, yaitu mempersiapkan peserta dalam menghadapi masa transisi menuju pensiun. Persiapan yang diberikan mencakup pemahaman yang komprehensif, pembentukan pola pikir positif dan proaktif, serta pembekalan pengetahuan dan keterampilan praktis. Dengan bekal ini, peserta diharapkan dapat menjaga produktivitas, kesehatan, dan kebahagiaan selama masa purna tugas.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber kompeten: Dr. H. Nur Kholis, S.Ag., M.Sh.Ec., Dosen Fakultas Ilmu Agama Islam UII, dan Dra. Mursida Rambe, Ketua Pengurus KSPPS BMT Beringharjo.

Dalam sesi pemaparannya, Dr. Nur Kholis secara tegas menekankan pentingnya memasuki masa purna tugas secara produktif melalui pendekatan kewirausahaan.

“Masa purna tugas dapat diinterpretasikan sebagai fase baru yang tetap produktif berbasis kewirausahaan. Mindset wirausaha perlu dibangun dengan fokus pada penciptaan nilai, keberanian mengambil risiko yang terukur, serta inovasi berkelanjutan untuk mencapai kebebasan finansial dan sosial,” ujar Dr. Nur Kholis.

Inisiatif Mandiri Melalui Pembekalan Purna Tugas UII

Pembekalan Purna Tugas UII bersama dra. Mursida Rambe

Suasana kegiatan Pembekalan Purna Tugas UII di Ruang Auditorium FIAI dengan Pemateri Dra. Mursida Rambe

Gambar 2. Suasana kegiatan Pembekalan Purna Tugas UII di Ruang Auditorium FIAI dengan Pemateri Dra. Mursida Rambe

Sementara itu, Dra. Mursida Rambe di awal materinya beliau memaparkan peran strategis lembaga koperasi dan pentingnya inisiatif mandiri bagi para purna tugas. Beliau menjelaskan bahwa selama menjadi pengurus KSPPS Beringharjo, Ia berperan aktif dalam membangun, mendorong, mendidik, dan memberikan pendampingan untuk meningkatkan kesejahteraan Anggota.

Mengaitkan hal tersebut dengan semangat purna tugas, Dra. Mursida Rambe mengutip prinsip dasar perubahan:

“Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri. Prinsip ini sangat relevan bagi purna tugas, karena masa pensiun adalah momentum bagi kita untuk mengambil kendali penuh dan berinisiatif mengubah nasib menjadi lebih sejahtera dan bermakna,” jelas Dra. Mursida Rambe.

UII berharap melalui pembekalan ini, seluruh peserta mampu merumuskan dan memulai usaha atau aktivitas baru sesuai minat, potensi, dan sumber daya yang dimiliki. Munculnya motivasi yang kuat didorong oleh materi dan wawasan luar biasa yang telah disampaikan oleh dua narasumber yang sangat kompeten. Harapan utamanya adalah masa pensiun dapat dijalani secara lebih bermakna, mandiri, dan sejahtera.

 

Baca artikel terkait kami:

Ikut kami di media sosial :

Loading

DSDM/SK UII bekerja sama dengan BSI UII. Mereka menyelenggarakan Workshop BIT Advance bagi tenaga kependidikan UII. Kegiatan penting ini berlangsung pada 15–17 Oktober 2025. Pihak universitas menyasar peserta yang telah lulus tahap Basic dan Intermediate. Selanjutnya, panitia membagi lokasi acara menjadi dua tempat utama. Kelompok non-fungsional menempati Auditorium FTSP UII. Sementara itu, kelompok fungsional mengikuti sesi di Gedung Kuliah Umum Prof. Sardjito.

Fokus Pengembangan Sistem AI Otomatis

Panitia merancang Workshop BIT Advance secara khusus. Hal ini bertujuan agar peserta mampu membangun sistem AI secara mandiri. Oleh karena itu, materi pelatihan fokus pada efisiensi pekerjaan di lingkungan kampus. Para narasumber membimbing peserta menyusun pondasi prompt engineering tingkat lanjut. Materi tersebut mencakup enam elemen utama sebagai dasar perancangan. Elemen ini mulai dari perumusan use case hingga penyusunan instruksi detail. Selain itu, sistem AI ini nantinya akan bekerja secara otomatis sesuai kebutuhan divisi.

Inovasi Melalui AI Generator App

Selanjutnya, para peserta juga mempelajari pembuatan AI Generator App. Aplikasi ini dapat mereka terapkan langsung dalam bidang kerja masing-masing. Peserta kemudian menyusun blueprint permanen untuk penggunaan yang berkelanjutan. Direktur DSDM/SK UII, Ibu Ike Agustina, memberikan apresiasi tinggi dalam sambutannya. Beliau memuji semangat peserta yang telah mencapai tahap mahir ini. Beliau juga berharap inovasi ini memberikan dampak nyata di meja kerja. Dengan demikian, kualitas layanan universitas akan semakin unggul dan cerdas. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi digital UII yang lebih luas.

Oleh karena itu, workshop ini membawa harapan besar bagi masa depan digital UII. Tenaga kependidikan kini siap menghadirkan solusi kerja yang cerdas dan efisien. Selanjutnya, pemanfaatan teknologi AI akan memangkas beban kerja manual secara signifikan. Hal tersebut sejalan dengan visi UII untuk menjadi kampus yang berkelanjutan. Maka, seluruh unit kerja dapat berkolaborasi dengan lebih efektif. Pada akhirnya, inovasi ini membuktikan dedikasi UII dalam pengembangan kapasitas SDM. Inovasi teknologi akan terus mendukung kemajuan akademik di seluruh lingkungan kampus UII.

 

Baca artikel terkait kami:

Ikut kami di media sosial : Youtube Instagram

Loading

Selasa (12/08) – Universitas Islam Indonesia (UII) kembali mencatatkan sejarah dengan penambahan satu guru besar baru. Kali ini, Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., M.T., dosen Jurusan Informatika, Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII, meraih jabatan akademik tertinggi dalam bidang Sistem Pendukung Keputusan Klinis. Dengan pencapaian ini, UII kini memiliki 56 guru besar, yang 50 di antaranya aktif berkontribusi di berbagai bidang keilmuan. Prof. Sri Kusumadewi -Bu Cicie- menjadi bagian penting dari perjalanan akademik UII, yang semakin memperkuat posisinya di dunia pendidikan tinggi Indonesia.

Literasi Data dan Harapan Warga UII

Sambutan dari Perwakilan YBWUII

Acara serah terima Surat Keputusan (SK) Kenaikan Jabatan Akademik Profesor ini berlangsung dengan khidmat di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII, pada Kamis, 12 Agustus 2025. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., turut memberi sambutan. Beliau menyerahkan SK kepada Rektor UII, Fathul Wahid. Fathul Wahid kemudian melanjutkan prosesi serah terima kepada Prof. Sri Kusumadewi.

Serah terima ini merupakan pencapaian penting bagi Prof. Sri Kusumadewi. Bagi UII, ini momen penting sebagai lembaga pendidikan tinggi yang terus berkomitmen mencetak tenaga pengajar berkualitas. Fathul Wahid, dalam sambutannya, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas penambahan guru besar baru di UII.

Rektor UII, Fathul Wahid, berharap bahwa capaian ini bukan hanya memberi manfaat bagi Prof. Sri Kusumadewi, tetapi juga menjadi simbol bagi kemajuan institusi serta kontribusinya kepada masyarakat. Menurut Fathul, dengan adanya penambahan profesor ini, UII semakin menguatkan posisinya sebagai universitas yang menghasilkan pemikir dan akademisi yang dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Lebih jauh, Fathul juga menekankan pentingnya pemahaman tentang data dalam era digital seperti sekarang. Orang kini mengibaratkan data sebagai “minyak bumi baru” karena memiliki nilai yang sangat tinggi, mirip dengan peran minyak bumi pada masa revolusi industri. Namun, Fathul Wahid menyampaikan, orang tidak akan mendapatkan manfaat dari data jika mereka tidak mengelolanya dengan baik. Kita perlu memperoleh data dari sumber yang tepat, menyiapkannya dengan benar, dan melindunginya sesuai dengan prinsip-prinsip privasi yang berlaku.

Fathul Wahid menambahkan, “Sebagai akademisi, kita harus lebih memahami literasi data. Salah paham dalam memosisikan data dalam pengambilan keputusan bisa berbahaya, terutama jika kita terlalu bergantung pada algoritma tanpa memahami konteksnya.” Dalam konteks ini, Fathul mengingatkan agar civitas akademika UII tidak terbawa arus untuk menyerahkan sepenuhnya pengambilan keputusan kepada mesin, tanpa melibatkan pertimbangan manusia yang bijak.

Peran-Tanggung Jawab Guru Besar

Smbutan dari LLDIKTI V

Prof. Sri Kusumadewi sendiri menyampaikan bahwa pencapaian sebagai profesor membawa tanggung jawab yang lebih besar, terutama dalam bidang pengajaran. Menurutnya, tugas seorang profesor bukan hanya menghasilkan karya ilmiah atau buku. Profesor juga harus menjaga dan mengembangkan kualitas perguruan tinggi. Sebagai profesor, kita harus lebih mengutamakan kualitas dalam mengajar. Tantangan mengajar kini lebih besar karena mahasiswa yang beragam, dan kita harus selalu memperbarui materi perkuliahan,” ujarnya.

Sri Kusumadewi menekankan bahwa seorang profesor di dunia pendidikan tinggi harus mengajar dan meneliti. Selain itu, mereka juga berkewajiban memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. “Kita harus bisa menerjemahkan ilmu yang kita miliki dalam bentuk aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” jelasnya.

Sebagai profesor yang aktif di Pusat Studi Informatika Medis (PSIMed) UII, Sri Kusumadewi berharap bidang keilmuannya dalam Sistem Pendukung Keputusan Klinis dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan. Di Indonesia, penerapan sistem ini masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah budaya kerja dan tingkat penerimaan terhadap teknologi informasi di sektor kesehatan.

Sri Kusumadewi menyatakan, “Saya ingin berperan dalam memanfaatkan data kesehatan yang saat ini mulai diintegrasikan oleh pemerintah. Data ini akan sangat berguna dalam membantu pengambilan keputusan, khususnya di sektor kesehatan.”

Pengabdian untuk Masyarakat

Selain itu, Prof. Sri Kusumadewi juga memprakarsai pembentukan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) di lingkungan Universitas Islam Indonesia. Melalui Posbindu, setiap pegawai UII akan mencatat data kesehatan mereka secara berkala untuk memantau kondisi kesehatan dari waktu ke waktu. Mereka akan menggunakan data yang terkumpul untuk skrining kesehatan, deteksi dini, serta tindakan pencegahan terhadap penyakit tidak menular (PTM).

“Kami ingin Posbindu ini menjadi sarana yang efektif dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan sivitas akademika UII. Kami berharap ini dapat menjadi model yang bermanfaat untuk lingkungan kampus lainnya,” ungkap Sri Kusumadewi.

Dengan segala pencapaian dan kontribusinya, Prof. Sri Kusumadewi tidak hanya menjadi contoh bagi rekan-rekan sejawat di UII, tetapi juga memberikan inspirasi bagi dunia pendidikan tinggi Indonesia. Peran seorang profesor tidak hanya terbatas pada dunia akademis, tetapi juga pada bagaimana kontribusi tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Melalui perjalanan karirnya yang luar biasa, Sri Kusumadewi menunjukkan bahwa dengan dedikasi dan komitmen yang kuat, seorang akademisi dapat memberikan manfaat yang besar tidak hanya untuk institusi tempatnya bernaung, tetapi juga untuk masyarakat luas dan negara.

Tautan terkait:

 

Ikuti kami di media sosial : Youtube Instagram

Loading

Direktorat Sumber Daya Manusia/Sekolah Kepemimpinan (DSDM/SK) Universitas Islam Indonesia (UII) bekerja sama dengan Badan Sistem Informasi (BSI) UII kembali menyelenggarakan rangkaian pelatihan BIT tingkat menengah bertajuk Workshop Intermediate Prompt Engineering untuk Tenaga Kependidikan, sebagai kelanjutan dari program BIT dasar. Kegiatan yang berfokus pada pengenalan kecerdasan buatan tingkat menengah ini berlangsung pada 25–26 Juni 2025 bagi tenaga kependidikan non-fungsional di Auditorium FTSP UII, serta 4 Juli 2025 bagi tenaga kependidikan fungsional yang dilaksanakan di Ruang Sidang Datar GKU Prof. Sardjito UII. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai teknik prompt engineering satu tingkat di atas level basic, sehingga lebih efektif dalam mengoptimalisasi AI dalam konteks pekerjaan kampus. Narasumber yang hadir ialah Fika Febrika, S.Kom., Enterprise Architect BSI UII untuk sesi non-fungsional, dan Ir. Irving Putra Paputungan, S.T., M.Sc., Ph.D. untuk sesi fungsional.

Sebagai lanjutan dari pelatihan BIT dasar, kegiatan ini menitikberatkan pada penguasaan teknik penyusunan prompt yang lebih efektif, pemahaman konsep mengapa prompt engineering diperlukan, serta kemampuan menyesuaikan layanan AI seperti ChatGPT sesuai kebutuhan pengguna. Peserta juga dibimbing untuk melakukan pemanfaatan AI yang lebih terarah, termasuk kemampuan tenaga kependidikan fungsional dalam mendukung aktivitas riset melalui prompt engineering. Melalui workshop ini, diharapkan peserta dapat memaksimalkan kecerdasan buatan untuk menunjang produktivitas, baik dalam tugas administratif maupun pengembangan akademik di lingkungan UII.

 

Baca artikel terkait kami:

Ikut kami di media sosial : Youtube Instagram

Loading

Direktorat Sumber Daya Manusia/Sekolah Kepemimpinan Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Peraturan Jabatan Fungsional, Pangkat, dan Angka Kredit Pranata Teknologi Informasi pada Senin, 30 Juni 2025 bertempat di Ruang Teatrikal Lantai 1 Gedung Kuliah Umum Prof. Sardjito UII. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada tenaga kependidikan fungsional Pranata Teknologi Informasi terkait isi dan implementasi Peraturan Universitas Islam Indonesia Nomor 1 Tahun 2024 mengenai Jabatan Fungsional, Pangkat, dan Angka Kredit Pranata Teknologi Informasi dan Peraturan Rektor Universitas Islam Indonesia Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Peraturan Universitas Islam Indonesia Nomor 1 Tahun 2024 mengenai Jabatan Fungsional, Pangkat, dan Angka Kredit Pranata Teknologi Informasi.

Acara diawali dengan sambutan oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Pengembangan Karier diikuti pengantar oleh Direktur Sumber Daya Manusia/Sekolah Kepemimpinan sebelum memasuki sesi pemaparan inti. Materi disampaikan oleh Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., M.T., yang menjelaskan regulasi tersebut secara rinci kepada peserta yang merupakan tenaga kependidikan di bidang Pranata Teknologi Informasi. Selain pemaparan materi, sesi tanya jawab juga menjadi momen penting bagi para peserta untuk berdiskusi secara interaktif mengenai berbagai kendala teknis dan administratif yang mungkin dihadapi saat proses pengajuan angka kredit di lapangan.

Melalui sosialisasi ini, peserta diharapkan dapat memahami secara komprehensif konsep, mekanisme penilaian angka kredit, ruang lingkup tugas, kewenangan, serta jenjang karier dalam jabatan fungsional Pranata Teknologi Informasi di lingkungan UII. Harapan tersebut diperkuat melalui penyampaian salah satu pesan pada sesi pembuka, bahwa jabatan Pranata Teknologi Informasi merupakan jabatan fungsional baru dengan tugas dan tanggung jawab profesional yang diakui secara penuh untuk mendukung pengembangan dan tata kelola teknologi informasi di UII.

Dengan adanya kegiatan ini, UII berharap tenaga kependidikan di bidang tersebut dapat lebih siap, terarah, dan memahami kerangka karier fungsional sebagai bagian dari pengembangan profesionalisme SDM universitas. Langkah ini menjadi bukti komitmen berkelanjutan UII dalam memperkuat ekosistem digital kampus melalui peningkatan kapasitas dan apresiasi yang jelas terhadap dedikasi para tenaga fungsional TI dalam menjalankan tugas profesionalnya.

 

Baca artikel terkait kami:

Ikut kami di media sosial : Youtube Instagram

Loading

Direktorat Sumber Daya Manusia/Sekolah Kepemimpinan Universitas Islam Indonesia (UII) berkolaborasi dengan Badan Sistem Informasi (BSI) UII menyelenggarakan kegiatan Pelatihan BIT Tingkat Dasar – Pengenalan AI untuk Tenaga Kependidikan, yang berlangsung selama tiga hari pada 11, 18, dan 19 Maret 2025 bertempat di Auditorium Fakultas Hukum UII. Mengusung tema Belajar IT Basic, Pengenalan Artificial Intelligence, program ini ditujukan untuk memberikan pemahaman dasar terkait teknologi kecerdasan buatan kepada tenaga kependidikan UII. Kegiatan ini menghadirkan Fika Febrika, S.Kom., yang merupakan tenaga kependidikan dari BSI UII dengan jabatan Enterprise Architect, sebagai narasumber utama.

Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pengenalan teknologi AI, pemanfaatan berbagai aplikasi berbasis kecerdasan buatan, serta penerapannya dalam mendukung tugas administrasi maupun pekerjaan harian di lingkungan kampus. Diharapkan, tenaga kependidikan mampu menguasai dasar-dasar AI dan mengoptimalkannya untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja. Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis bagi UII dalam memperkuat kompetensi digital tendik agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi yang terus berkembang pesat.

Ke depan, program pelatihan ini akan dilanjutkan dengan penyelenggaraan BIT Intermediate dan BIT Advance sebagai bagian dari roadmap peningkatan kompetensi digital tenaga kependidikan. Dengan adanya kesinambungan program, diharapkan para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan secara serius dan konsisten hingga akhir, sehingga mampu memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan secara maksimal untuk mendukung pekerjaan serta berkontribusi pada transformasi digital di lingkungan UII.

Google Gemini vs. Kompetitor: Memilih Alat Terbaik untuk Administrasi

Meskipun fokus utama pelatihan ini adalah pada Google Gemini, wawasan peserta diperluas dengan perbandingan kritis terhadap dua raksasa AI lainnya: ChatGPT dan Perplexity. Pemahaman ini penting agar para tenaga kependidikan (tendik) dapat memilih alat yang paling presisi sesuai kebutuhan tugas.

Contoh Penerapan Nyata: Dalam simulasi tugas administrasi, peserta diajak mempraktikkan skenario spesifik. Misalnya, menggunakan Perplexity untuk meriset tren pengelolaan arsip terbaru, kemudian menggunakan Google Gemini untuk langsung menuangkan hasil riset tersebut menjadi draf proposal kegiatan yang tersimpan otomatis di Google Drive, atau meminta Gemini meringkas notulensi rapat yang panjang menjadi poin-poin tindak lanjut (action items) yang ringkas.

Visi Pimpinan: Teknologi untuk Maslahat UII

Urgensi penguasaan teknologi ini selaras dengan pesan kunci dari pimpinan universitas. Rektor UII menekankan poin krusial bahwa para tendik harus mampu memanfaatkan dan memaksimalkan layanan serta fasilitas digital yang telah tersedia. Tujuannya jelas: untuk memudahkan kinerja sehari-hari, bukan menambah beban.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Sumber Daya Manusia (SDM/SK) juga menggarisbawahi pentingnya upgrading diri. Harapannya, para tendik tidak hanya sekadar bisa menggunakan alat, namun dapat mengembangkan kemampuan analisis dan teknisnya. Dengan demikian, pekerjaan per individu menjadi lebih ringan dan efisien, yang pada akhirnya akan memberikan maslahat yang lebih besar bagi UII secara keseluruhan.

Antusiasme Tinggi: Siap untuk Tahap Selanjutnya

Sesi workshop berjalan sangat dinamis. Peserta menunjukkan antusiasme yang luar biasa, tidak sekadar mendengarkan paparan materi. Hal ini terlihat jelas pada sesi pendampingan, di mana tim pendamping workshop menerima banyak pertanyaan kritis dan eksploratif dari para tendik.

Banyaknya pertanyaan teknis dan strategis yang muncul menjadi indikator kuat bahwa peserta workshop tidak hanya paham, tetapi juga siap untuk mengembangkan kemampuannya lebih lanjut. Semangat ini menjadi modal berharga bagi UII dalam melangkah menuju transformasi digital yang lebih matang di lingkungan administrasi kampus.

 

Baca artikel terkait kami:

Ikut kami di media sosial : Youtube Instagram

Loading

Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui penambahan 5 profesor baru. Bertempat di Gedung Prof. Dr. Sardjito Kampus Terpadu UII, pada Selasa 18 Februari 2025, lima dosen UII menerima Surat Keputusan (SK) Profesor dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia.

Hingga saat ini UII telah UII telah melahirkan sejumlah 54 Profesor. Dan saat ini yang aktif sejumlah 46 Profesor yang tersebar di berbagai bidang keilmuan. Bagi UII, penambahan 5 profesor ini merupakan yang terbanyak sepanjang sejarah.

Perkembangan Jumlah Doktoral di UII

Peningkatan jumlah profesor ini menunjukkan komitmen UII dalam meningkatkan peran dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Jumlah profesor di UII sendiri berpotensi akan terus bertambah di masa mendatang. Saat ini, UII memiliki 845 dosen, dengan 283 di antaranya berpendidikan S3. Dari jumlah tersebut, 119 dosen telah mencapai jabatan akademik Lektor Kepala. 83 di antaranya memiliki jenjang pendidikan S3 sehingga hanya selangkah lagi memperoleh jabatan akademik tertinggi.

Berdasarkan data Statistik Pendidikan Tinggi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi tahun 2023, jumlah dosen di Indonesia di bawah Kemendiktisaintek mencapai 270.820 orang. 9.790 dosen di antaranya atau sekitar 3,6% telah menyandang jabatan akademik profesor.

Sementara itu, rata-rata jumlah dosen bergelar profesor di UII mencapai 5,4%, yang berarti lebih tinggi dari rata-rata nasional. Pencapaian ini menjadi modal besar bagi UII untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kabar Baik Pengangkatan Guru Besar UII

Dalam agenda serah terima SK profesor kali ini, kelima dosen UII telah menjabat akademik profesor. Yaitu Ir. Sholeh Ma’mun, S.T., M.T., Ph.D. dari Jurusan Teknik Kimia. Dr. Subhan Afifi, S.Sos., M.Si. dari Jurusan Ilmu Komunikasi. Dr. apt. Vitarani Dwi Ananda Ningrum, S.Si., M.Si. dan apt. Suci Hanifah, S.F., M.Sc, Ph.D. dari Jurusan Farmasi. serta Ir. Eko Siswoyo, S.T., M.Sc.ES., Ph.D., IPU. dari Jurusan Teknik Lingkungan.

Penyerahan SKGB Pertama

Penyerahan SKGB pertama pada Perhelatan Serah Terima SKGB 5 Profesor Baru UII

Bertambahnya jumlah profesor di UII menjadi salah satu indikator penting dalam kemajuan institusi. Lima profesor baru di UII memperkuat kualitas riset, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat. Penambahan ini juga meningkatkan peran UII dalam merespons isu-isu sosial melalui riset dan pemikiran inovatif.

Strategi Jitu UII Berhasil Mencetak Guru Besar

Berbagai stimulan terselenggara guna memfasilitasi dosen, antara lain melalui program akselerasi profesor pada para dosen. Dimulai pada 2019, program ini telah berhasil mengantarkan 13 peserta meraih jabatan akademik tertinggi. Tujuannya adalah membantu peserta menghasilkan karya ilmiah untuk syarat pengajuan jabatan profesor.

Skema program percepatan profesor tahun 2023 berupa skema penelitian kolaboratif dan skema coaching clinic. Peserta program ini wajib melibatkan kolaborator atau coach yang berstatus profesor dengan h-Index Scopus. Dan rekam jejak kolaborator pada publikasi internasional dalam 5 tahun terakhir. Kolaborator tersebut harus menjadi penulis pertama di jurnal bereputasi. Dengan bertambahnya profesor baru, UII berharap dapat memberikan dampak lebih besar bagi masyarakat melalui program pengajaran, penelitian, dan pengabdian yang relevan dengan kebutuhan zaman.

 

Tautan terkait:

 

Ikuti kami di media sosial : Youtube Instagram

Loading

Unit Rektorat : uii.id/karpeg-rektorat

 

Fakultas Ilmu Agama Islam : uii.id/karpeg-fiai

 

Fakultas Kedokteran : uii.id/karpeg-fk

 

Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya : uii.id/karpeg-fpsb

 

Fakultas Teknologi Industri : uii.id/karpeg-fti

 

Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan : uii.id/karpeg-ftsp

 

Fakultas Hukum : uii.id/karpeg-fh

 

Fakultas Bisnis dan Ekonomika : uii.id/karpeg-fbe

 

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam : uii.id/karpeg-fmipa

Loading