Umat Islam sedang mendekati bulan suci. Bulan dimana muslim menjalankan ritual dalam kurun waktu satu bulan, yaitu Ramadan. Bulan Ramadan adalah tamu agung yang senantiasa dinantikan oleh setiap mukmin. Namun, ibarat menyambut tamu istimewa, tentu kita perlu mempersiapkan rumah dan diri kita sebaik mungkin. Di sinilah letak pentingnya persiapan Ramadan di bulan Syaban.
Para ulama sering mengibaratkan bulan Rajab sebagai bulan menanam, Syaban sebagai bulan menyiram, dan Ramadan sebagai bulan memanen. Lantas, bagaimana kita bisa memanen pahala yang melimpah jika kita lupa menyiram tanaman iman kita di bulan Syaban?
Berikut adalah empat langkah konkret dan amalan yang perlu Anda siapkan di bulan Syaban berdasarkan dalil Al-Qur’an dan Hadits.
1. Memperbanyak Puasa Sunah
Langkah pertama dalam persiapan Ramadan di bulan Syaban adalah melatih fisik dan ruhani dengan puasa sunnah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diketahui paling banyak berpuasa di bulan ini dibandingkan bulan-bulan lainnya (selain Ramadan).
Hal ini sebagaimana dituturkan oleh Usamah bin Zaid. Ia bertanya kepada Nabi SAW mengapa beliau banyak berpuasa di bulan Syaban. Rasulullah menjawab:
“Itu adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadan. Ini adalah bulan di mana amal-amal diangkat menuju Rabb semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya sedang berpuasa.” (HR. An Nasai dan Ahmad; dinilai hasan oleh Al Albani). [1]
Dengan berpuasa di bulan Syaban, tubuh kita tidak akan “kaget” saat memasuki Ramadan, sehingga kita bisa langsung tancap gas beribadah sejak hari pertama.
2. Melunasi Utang Puasa (Qadha)
Bagi Anda yang masih memiliki utang puasa dari Ramadan tahun lalu, Syaban adalah batas waktu terakhir untuk melunasinya. Jangan sampai kita memasuki Ramadan baru dengan membawa beban utang lama.
Ibunda Aisyah radhiyallahu ‘anha memberikan contoh teladan mengenai hal ini. Beliau bersabda:
“Aku dahulu punya kewajiban puasa. Aku tidaklah bisa membayarnya kecuali pada bulan Syaban.” (HR. Bukhari no. 1950 dan Muslim no. 1146). [2]
Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari (4/191) menjelaskan:
“Dari antusiasme Aisyah untuk mengqadha puasa di bulan Syaban, dapat disimpulkan bahwa tidak boleh mengakhirkan qadha puasa sampai masuk Ramadan berikutnya.” [3]
Oleh karena itu, segera cek kembali catatan ibadah Anda. Jika masih ada hari yang bolong, segeralah tunaikan qadha tersebut sekarang.
3. Mulai Mengakrabkan Diri dengan Al-Qur’an
Salah satu nama lain dari bulan Syaban menurut para ulama salaf adalah Syahrul Qurra’ atau bulannya para pembaca Al-Qur’an. Ini adalah waktu pemanasan (warming up) agar lisan kita menjadi ringan dan terbiasa saat tadarus di bulan Ramadan nanti.
Sebagaimana dinukil oleh Ibnu Rajab, Salamah bin Kuhail berkata: “Dulu dikatakan bahwa bulan Syaban adalah bulan para qurra’ (pembaca Al-Qur’an). [4]” [dari kitab Lata’if al-Ma’arif fima li Mawasim al-‘Am min al-Waza’if]
Maka, saatnya kembali meningkatkan membaca Al-Qur’an. Jika biasanya satu halaman per hari, cobalah tingkatkan menjadi dua atau tiga halaman sebagai bentuk persiapan Ramadan di bulan Syaban.
4. Membersihkan Hati dan Bertaubat
Persiapan fisik saja tidak cukup, hati pun harus perlu disiapkan. Allah memberikan keistimewaan pada malam Nisfu Syaban (pertengahan Syaban) di mana Allah mengampuni hamba-Nya, kecuali mereka yang menyekutukan Allah dan mereka yang bermusuhan (menyimpan dendam).
Dalam sebuah riwayat Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah no. 1144, Rasulullah bersabda:
“Sesungguhnya Allah melihat pada hamba-hamba-Nya di malam nisfu Syaban, lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya, kecuali orang yang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR. Ibnu Majah). [5]
Jadikan momen ini untuk saling memaafkan, membersihkan hati dari iri dengki, dan memperbanyak istighfar. Hati yang bersih akan lebih mudah menyerap cahaya hidayah dan kenikmatan ibadah di bulan suci nanti.
Sahabat SDM rahimakumullah. Jangan biarkan bulan Syaban berlalu begitu saja tanpa makna. Mari kita optimalkan sisa waktu yang ada dengan melakukan persiapan Ramadan di bulan Syaban sebaik mungkin.
Semoga Allah memberkahi kita di bulan Syaban ini dan menyampaikan umur kita hingga berjumpa dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat walafiat. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
– oleh Hafiyyan Faza Santoso
Daftar Pustaka (Bibliography)
[1] An-Nasa’i, Ahmad bin Syu’aib. Sunan an-Nasa’i (Kitab Puasa, Bab Puasa Nabi). Hadits no. 2357. Dinilai Hasan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’ no. 3711.
[2] Al-Bukhari, Muhammad bin Ismail. Shahih al-Bukhari (Kitab Puasa, Bab Kapan Mengqadha Puasa Ramadan). Hadits no. 1950. & Muslim, Abul Husain. Shahih Muslim. Hadits no. 1146.
[3] Al-Asqalani, Ibnu Hajar. Fathul Bari Syarah Shahih al-Bukhari. Jilid 4. Beirut: Dar al-Ma’rifah. Hal. 191.
[4] Al-Hanbali, Ibnu Rajab. Lata’if al-Ma’arif fima li Mawasim al-‘Am min al-Waza’if. Cetakan Dar Ibn Katsir. Hal. 135.
[5] Al-Albani, Muhammad Nashiruddin. Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah. Riyadh: Maktabah Al-Ma’arif. Jilid 3, Hal. 135 (No. 1144). Diriwayatkan juga oleh Ibnu Majah (No. 1390).
Baca Artikel lain kami:
- Bekerja untuk Dunia Seakan-akan Hidup Selamanya (17 September 2025)
- Menjadi Ahli Surga Berbekal Sikap Pemaaf (29 Desember 2025)
Ikut kami di media sosial.
![]()


