Tag Archive for: Etika Akademik AI

Yogyakarta – Universitas Islam Indonesia (UII) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung percepatan pengembangan karier akademik dosen. Salah satu ikhtiar yang dilakukan untuk percepatan pengembangan karier akademik dosen antara lain berupa Workshop Pemanfaatan Agentic AI untuk Mendukung Penulisan dan Publikasi Ilmiah bagi Dosen Peserta Percepatan Pengajuan Guru Besar Tahun 2026 pada Kamis (2/7/2026) yang diselenggarakan di Auditorium Fakultas Hukum UII.

Kegiatan ini diikuti oleh dosen peserta program percepatan pengajuan Guru Besar, Research Assistant serta pengelola pengajuan jabatan akademik dari berbagai fakultas di lingkungan UII. Workshop diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas dosen dalam memanfaatkan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung proses penulisan artikel ilmiah dan publikasi bereputasi.

Acara diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan serta sambutan dan pengarahan dari pimpinan Universitas Islam Indonesia. Dalam arahannya, pimpinan universitas menegaskan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital, termasuk pemanfaatan Agentic AI sebagai salah satu instrumen pendukung peningkatan produktivitas akademik dosen tanpa mengabaikan integritas dan etika akademik.

Gambar 1. Bapak/Ibu Dosen Peserta Percepatan Guru Besar Mengisi Presensi Kehadiran

Pengenalan Alat Kecerdasan Bantuan AgenticAI

Workshop menghadirkan Mukhammad Andri Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D. sebagai narasumber utama. Pada sesi pertama, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar Agentic AI, perkembangan teknologi kecerdasan buatan generatif, serta berbagai peluang penerapannya dalam dunia akademik, khususnya untuk mendukung proses riset, penulisan artikel ilmiah, penyusunan naskah akademik, hingga publikasi pada jurnal bereputasi.

Suasana workshop berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya mengikuti paparan materi, tetapi juga aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses publikasi ilmiah, mulai dari pencarian referensi, penyusunan kerangka tulisan, pengembangan argumen ilmiah, hingga strategi meningkatkan kualitas manuskrip. Berbagai pertanyaan yang diajukan peserta dijawab secara langsung oleh narasumber disertai contoh-contoh implementasi penggunaan Agentic AI dalam aktivitas akademik sehari-hari.

Setelah sesi coffee break, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pemanfaatan Agentic AI. Pada sesi ini, peserta menggunakan laptop masing-masing untuk mencoba berbagai pendekatan pemanfaatan AI dalam menyusun ide penelitian, merancang outline artikel ilmiah, melakukan eksplorasi literatur, menyempurnakan struktur penulisan, hingga meningkatkan kualitas bahasa akademik. Tim pendamping dari Bidang Sistem Informasi (BSI) turut memberikan asistensi teknis sehingga peserta dapat mengikuti setiap tahapan praktik secara optimal.

Praktik Penggunaan AgenticAI

Pendekatan pelatihan yang mengombinasikan teori dan praktik membuat peserta dapat langsung mengimplementasikan materi yang diperoleh pada dokumen penelitian masing-masing. Selama pelaksanaan workshop, narasumber juga menekankan bahwa Agentic AI merupakan alat bantu yang berfungsi meningkatkan efisiensi proses akademik, bukan menggantikan kemampuan berpikir kritis, analisis ilmiah, maupun orisinalitas karya dosen. Oleh karena itu, seluruh hasil yang dihasilkan AI tetap memerlukan proses verifikasi, validasi, serta penyempurnaan oleh penulis.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Berbagai diskusi berlangsung aktif, baik saat penyampaian materi maupun sesi praktik, mencerminkan tingginya minat dosen untuk memanfaatkan teknologi AI sebagai bagian dari strategi meningkatkan produktivitas penelitian dan publikasi ilmiah.

Gambar 2. Kepala BSI, M Andri Setiawan mengisi materi workshop AgenticAI

Sebagai penutup kegiatan, panitia mengadakan Polling Ketercapaian Materi Workshop untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pendampingan lanjutan. Polling dilakukan terhadap setiap tahapan pelatihan, mulai dari instalasi dan konfigurasi Hermes (Step 1–3), pendaftaran API berbagai basis data ilmiah seperti Scopus, Springer, PubMed, Semantic Scholar, Crossref, dan OpenAlex (Step 4–7), integrasi dengan Google Workspace dan NotebookLM (Step 8–9), hingga implementasi Agentic AI dalam studi kasus Systematic Literature Review (SLR) pada Step 10. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar bagi Direktorat SDM/Sekolah Kepemimpinan dalam merancang program pendampingan lanjutan agar pemanfaatan Agentic AI oleh dosen semakin optimal dalam mendukung penulisan dan publikasi ilmiah.

Melalui penyelenggaraan workshop ini, UII berharap para dosen peserta Program Percepatan Pengajuan Guru Besar memiliki kompetensi yang lebih baik dalam memanfaatkan Agentic AI secara efektif, etis, dan bertanggung jawab. Kemampuan tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas karya ilmiah, mempercepat proses publikasi pada jurnal bereputasi, serta menjadi salah satu pengungkit dalam pencapaian target percepatan Guru Besar di lingkungan Universitas Islam Indonesia.

Loading