Berita-berita kegiatan yang terkait dengan DSDM UII

Yogyakarta, 14 November 2025 – Rangkaian program kunjungan usaha bagi Purna Tugas Universitas Islam Indonesia memasuki puncaknya. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (14/11) dengan mengeksplorasi potensi sektor kuliner. Direktorat Sumber Daya Manusia/Sekolah Kepemimpinan UII memfasilitasi para peserta dalam acara ini. Tujuannya adalah membangun bisnis kuliner masakan rumahan rasa bintang lima. Peserta dapat mewujudkan hal tersebut meski di tempat yang terbatas.

Sebanyak 36 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung di Vindoty’s Kitchen and Lab. Lokasi unik ini berada di Nogotirto, Gamping, Sleman. Kemudian, panitia mengajak peserta melihat langsung operasional unit usaha kuliner tersebut. Usaha ini mampu berkembang pesat meskipun berada di lokasi perkampungan padat. Akses lahan yang terbatas bukan menjadi penghalang kesuksesan.

Strategi Membangun Bisnis Kuliner Hidden Gem

Pemilik Vindoty’s Kitchen and Lab, Vinna Puspa Dewi, membagikan pengalaman mendalam. Ia menjelaskan strategi pemilihan lokasi hingga motivasi penentuan jenis usaha. Selain itu, ia membahas tantangan nyata dalam industri kuliner saat ini. Peserta mempelajari salah satu keunikan dari strategi Vinna dalam membangun bisnis kuliner hidden gem. Ia membangun jenama (brand) yang berasal dari namanya sendiri. Selanjutnya, ia menciptakan konsep resto klasik dengan masakan rumah berkualitas tinggi.

Lokasi usaha ini memang berada di area perkampungan yang relatif sempit. Namun, Vindoty’s Kitchen and Lab terbukti mampu menarik minat banyak pelanggan. Kuncinya terletak pada kiat melebarkan jejaring relasi yang kuat. Selain itu, aspek pemberdayaan warga sekitar menjadi nilai tambah penting. Peserta sangat mengapresiasi upaya pemilik dalam mengajak warga bekerja dan berkarya.

Vinna Puspa Dewi memaparkan strategi Bisnis Kuliner Hidden Gem kepada Purna Tugas UII

Gambar 1. Peserta purna tugas UII mendengarkan pemaparan materi oleh narasumber sembari mengamati konsep resto klasik.

Dedikasi untuk Purna Tugas UII

Dalam sesi berbagi ilmu, Vinna Puspa Dewi menyampaikan motivasi personal yang emosional. Ia merupakan putri dari orang tua yang juga berstatus purna tugas. Oleh karena itu, ia merasa terpanggil untuk membekali para peserta. Semangat berwirausaha menjadi modal utama yang ia tularkan.

“Memberikan ilmu kepada bapak dan ibu purna tugas memiliki arti penting bagi saya pribadi. Saya melihat orang tua saya sendiri, dan saya meyakini bahwa purna tugas harus tetap berkarya dan bekerja. Melalui aktivitas produktif seperti ini, tubuh akan tetap fit, pikiran tetap bugar, dan semangat hidup akan terus terjaga,” ungkap Vinna dengan penuh semangat.

Melalui kunjungan ini, UII berharap para purna tugas memperoleh gambaran nyata. Keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang untuk membangun bisnis kuliner sukses. Kreativitas dan semangat produktif adalah kunci utama. Maka, masa purna tugas dapat menjadi masa yang penuh karya dan manfaat. Kegiatan ini secara resmi mengakhiri rangkaian kunjungan usaha purna tugas. Peserta telah mendapatkan beragam wawasan dari sektor perkebunan, peternakan, hingga kuliner.

Baca artikel terkait kami:

Ikut kami di media sosial :

Loading

Yogyakarta, 12 November 2025 – Direktorat Sumber Daya Manusia/Sekolah Kepemimpinan UII kembali menggelar kegiatan Kunjungan Usaha Purna Tugas. Panitia memfokuskan kunjungan kali ini pada bidang peternakan kambing dan bebek. Kegiatan tersebut terlaksana pada Rabu, 12 November 2025. Selain itu, sebanyak 46 purna tugas UII mengikuti acara ini dengan antusias. Kunjungan ini bertujuan memberikan wawasan teknis beternak kambing dan bebek yang efisien. Lebih lanjut, kegiatan ini menginspirasi model bisnis peternakan. Sektor ini menjadi alternatif kegiatan produktif pasca purna tugas.

Menggali Potensi Kunjungan Usaha Purna Tugas UII di Kaki Merapi

Rangkaian kunjungan berawal dengan eksplorasi di Peternakan Kambing Merapi Farm. Lokasi ini berada di kawasan Cangkringan, Sleman. Peserta menerima materi komprehensif mengenai seluk-beluk beternak kambing. Materi tersebut mencakup fase nol hingga mencapai keberhasilan usaha. Bapak Taufiq Mawaddani, pemilik peternakan, menyampaikan materi sejarah berdirinya Merapi Farm. Beliau juga menjelaskan manajemen pakan, kesehatan hewan, hingga strategi pemasaran yang adaptif.

Dalam sesinya, Bapak Taufiq Mawaddani memberikan pandangan optimis mengenai keberlanjutan bisnis ini. Beliau menegaskan bahwa peternakan kambing bukan sekadar usaha musiman. Sebaliknya, sektor ini memiliki kepastian pasar jangka panjang. “Prospek beternak kambing akan selalu terbuka lebar dan berkelanjutan hingga ‘hari akhir’ nanti. Kebutuhan terhadap kambing akan selalu ada yaitu saat Qurban dan aqiqah yang permintaannya selalu ada sepanjang tahun. Oleh karena itu, kita harus selalu optimis karena basis konsumen kambing telah terbentuk secara kuat,” tegas Taufiq Mawaddani. Penjelasan ini memberikan keyakinan baru bagi para peserta. Sektor peternakan kambing merupakan pilihan investasi yang aman. Hal ini karena permintaan pasar bersifat stabil dan tidak pernah surut.

Inovasi Budidaya Bebek oleh Pertiwi Farm

Gambar 1. Narasumber dari Pertiwi Farm, Mikha Zefanya Putra Pertiwi, memberikan pemaparan mengenai inovasi budidaya bebek dengan metode kandang kering tanpa bau kepada para peserta kunjungan di Kalasan, Sleman.

Inovasi Peternakan Kering Bebas Bau

Selanjutnya, kegiatan berlanjut ke Peternakan Bebek Pertiwi Farm di Kalasan, Sleman. Mas Mikha Zefanya Putra Pertiwi atau Mikha mengelola peternakan ini secara profesional. Kunjungan tersebut memberikan wawasan mendalam mengenai budidaya bebek. Peserta mempelajari model bebek petelur, inovasi pakan lokal, dan strategi pemasaran produk turunannya. Pertiwi Farm menyajikan keunikan yang menarik perhatian peserta. Mereka menerapkan teknik peternakan kering tanpa bau. Model ini membuktikan bahwa peternakan modern dapat dikelola secara higienis. Selain itu, metode ini nyaman bagi lingkungan sekaligus menghasilkan produktivitas tinggi.

Melalui paparan dan diskusi interaktif, para purna tugas UII mendapatkan perspektif nyata. Mereka memahami tantangan dan peluang dalam sektor peternakan. Panitia merancang kunjungan ini tidak hanya untuk memberikan keterampilan teknis. Namun, kegiatan ini juga menumbuhkan keberanian berwirausaha. Salah satu pesan kunci menjadi inti motivasi dalam kegiatan ini. Peserta harus memiliki keberanian dalam memulai usaha.

“Inti dari kewirausahaan adalah: jangan takut mencoba, jangan lelah melakukan riset dan inovasi, serta jangan berlama-lama memikirkan kemungkinan rugi. Risiko harus dikelola, bukan dihindari,” tegas Mikha. Suntikan semangat ini sangat berarti bagi para peserta. Melalui kegiatan ini, UII berkomitmen untuk terus memfasilitasi purna tugas. Tujuannya adalah merencanakan masa purna tugas yang mandiri, produktif, dan sejahtera. Akhirnya, peluang baru di sektor agribisnis dan peternakan akan terbuka lebar.

Baca artikel terkait kami:

Ikut kami di media sosial :

Loading

Direktorat Sumber Daya Manusia/Sekolah Kepemimpinan mengambil langkah proaktif dalam mendukung kesejahteraan sivitasnya. Sebagai wujud komitmen tersebut, DSDM secara resmi meluncurkan ‘Layanan Konseling Pegawai’. Peluncuran ini ditandai dengan “Seminar Kesejahteraan Mental untuk Kinerja Optimal”. Adapun, agenda tersebut diadakan di Auditorium Fakultas Hukum, Kampus Terpadu UII, pada Rabu (12/11/2025).

Seminar ini menghadirkan pembicara utama, yaitu Prof. Aulia Iskandarsyah, M.Si., M.Sc., Ph.D., seorang pakar yang fokus pada psikologi kesehatan dan psikologi medis. Dalam paparannya, Prof. Aulia mengupas tuntas mengenai pentingnya Psikologi Kesehatan Kerja. Selanjutnya, beliau menekankan bahwa dinamika dan tingginya tuntutan di dunia akademik—yang dialami baik oleh dosen maupun tenaga kependidikan (tendik) dalam layanan administrasi—membuat faktor psikologis dan kesehatan mental menjadi sangat relevan.

Peluncuran layanan ini menegaskan bahwa kesehatan mental bukanlah isu sekunder, melainkan fondasi utama untuk produktivitas. Prof. Aulia menyoroti bagaimana konseling menjadi kebutuhan penting untuk membantu pegawai mengelola stres, mencegah kelelehan mental (burnout), dan menjaga keseimbangan hidup (work-life balance). Oleh karena itu, layanan yang ditujukan bagi dosen dan tendik UII ini diharapkan menjadi ruang aman yang konfidensial untuk berdiskusi. Pada akhirnya, UII berupaya menciptakan ekosistem kerja yang lebih sehat, suportif, dan humanis.

 

 

Baca artikel terkait kami:

Ikut kami di media sosial : Youtube Instagram

Loading

Yogyakarta, 10 November 2025 – UII menyelenggarakan kegiatan Kunjungan Usaha Purna Tugas di Bidang Perkebunan. Acara ini terlaksana melalui Direktorat Sumber Daya Manusia/Sekolah Kepemimpinan UII. Program tersebut digelar pada hari Senin, 10 November 2025. Sebanyak 41 Purna Tugas UII mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi dan upaya fasilitasi UII. Tujuannya adalah meningkatkan kemandirian ekonomi serta kualitas hidup para purna tugas. Selain itu, program ini dirancang sebagai jembatan penghubung pengalaman pengabdian masa lalu. Hal ini membuka peluang produktif di masa purna tugas.

Mendulang Inspirasi di Ladang Subur

Panitia memilih destinasi kunjungan secara cermat. Lokasinya berada di dua usaha pertanian yang berkembang pesat di Kabupaten Sleman. Lokasi tersebut adalah Kebun Kelengkeng Telaga Nursery Prambanan dan Kebun Pepaya California di Ngaglik. Kegiatan ini secara fundamental berfokus pada pemberian wawasan mendalam. Selain itu, peserta mendapatkan inspirasi kewirausahaan di sektor perkebunan. Peserta melakukan kunjungan langsung ke unit usaha pertanian yang telah mapan. Harapannya, mereka memperoleh gambaran nyata dan komprehensif mengenai potensi besar usaha ini. Perkebunan dapat menjadi alternatif kegiatan produktif yang menjanjikan pasca purna tugas.

Rangkaian kunjungan edukatif ini diawali dengan sesi pertama di Kebun Kelengkeng Telaga Nursery. Kebun ini dimiliki dan dikelola oleh Bapak Isto Suwarno. Suasana terasa sejuk dan penuh keakraban. Peserta menerima paparan detail mengenai teknik pembudidayaan kelengkeng unggulan varietas Itoh Super. Materi yang disampaikan meliputi seluruh spektrum proses. Mulai dari penanaman bibit, manajemen perawatan intensif, hingga strategi pengendalian hama. Narasumber juga menjelaskan teknik panen yang optimal serta kiat strategi pemasaran yang efektif. Tujuannya agar hasil panen memiliki daya saing tinggi.

“Usaha ini bukan hanya soal menanam, tetapi bagaimana kita mampu membaca pasar dan terus berinovasi. Saya berharap Bapak dan Ibu purna tugas UII dapat melihat kegiatan ini bukan sekadar hobi, melainkan sebagai investasi masa depan. Di Yogyakarta sendiri, budidaya kelengkeng sangat potensial karena jumlah pelaku dan peserta pelatihannya masih relatif sedikit. Selama ini, sebagian besar peserta pelatihan kami justru berasal dari luar Yogyakarta. Oleh karena itu, saya merasa sangat senang apabila ada peserta dari Yogyakarta, dan akan saya dorong agar semakin bersemangat menanam serta mengembangkan budidaya kelengkeng di tanah Jogja,” ujar Bapak Isto Suwarno saat sesi diskusi.

Peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan diskusi interaktif secara langsung, menggali tantangan aktual dan peluang ekspansi dalam mengembangkan usaha kelengkeng di wilayah Yogyakarta.

Purna Tugas Mengamati Cara Berkebun di Lokasi MPP

Gambar 1. Foto Purna Tugas saat Kunjungan di Kebun Pepaya California

Inovasi Pertanian dari Petani Milenial

Selanjutnya, rombongan bertolak menuju Kebun Pepaya California yang berlokasi di Ngaglik, Sleman. Kebun ini dikelola oleh Bondan Satria Yudi. Ia merupakan representasi petani milenial Sleman yang dikenal inovatif. Peserta mendapatkan pemaparan yang menitikberatkan pada budidaya adaptif pepaya California. Selain itu, materi mencakup teknik pengelolaan lahan secara berkelanjutan. Bondan juga menerapkan berbagai inovasi aplikatif untuk meningkatkan produktivitas. Hal ini terbukti mampu menaikkan nilai jual hasil pertanian secara signifikan.

Metode pelaksanaan kegiatan disusun dalam format workshop dan diskusi interaktif. Kegiatan ini dipadukan dengan praktik langsung (hands-on experience) di lapangan. Perpaduan metode ini memastikan bahwa peserta memahami konsep secara teoritis. Mereka juga menguasai proses budidaya pepaya California secara komprehensif dan aplikatif. UII menegaskan bahwa institusi menaruh harapan besar melalui program ini. Para peserta diharapkan memperoleh inspirasi serta motivasi yang kuat. Selain itu, mereka mendapatkan bekal praktis untuk mengembangkan usaha mandiri di bidang perkebunan. Program ini merupakan komitmen UII dalam mendukung terciptanya kemandirian ekonomi. Peningkatan kualitas hidup yang bermartabat menjadi tujuan utama bagi para abdi terbaik UII.

Baca artikel terkait kami:

Ikut kami di media sosial :

Loading

Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menunjukkan komitmen dan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para purnatugas pegawai tetapnya melalui kegiatan Outing Purnatugas Pegawai Tetap UII. Acara yang berlangsung di Griya Persada Hotel & Convention Kaliurang pada Kamis, 06 November 2025, ini dirancang sebagai wadah silaturahmi, pembekalan semangat, dan peningkatan kekompakan. Dengan tema yang berfokus pada kesejahteraan di usia lanjut, kegiatan ini bertujuan memberikan energi baru yang positif bagi para peserta.

Setelah proses registrasi dan pengkondisian peserta di area outdoor, acara dibuka secara resmi oleh MC dan dilanjutkan dengan sambutan dari Prof. Dr. Zaenal Arifin, M.Si., Wakil Rektor Bidang Sumber Daya & Pengembangan Karier UII. Suasana keceriaan langsung memuncak pada sesi Fun Games. Sesi ini berhasil mengajak para purnatugas yang terdiri dari tenaga kependidikan dan dosen UII untuk aktif bergerak, tertawa, dan membangun kebersamaan, sebelum akhirnya memasuki waktu istirahat yang nyaman dengan Coffee Break dan pengkondisian di Area Pendopo.

dr. Alfan memberikan penjelasan mengenai kesehatan bagi purnatugas.

Puncak acara dari kegiatan ini adalah sesi Edukasi Kesehatan yang sangat dinantikan, mengusung topik “Menjaga Kesehatan di Usia Lanjut”. Sesi ini disampaikan secara menarik melalui ceramah dan diskusi interaktif oleh narasumber kredibel, dr. Alfan Nur Asyhar. Sebagai Dosen Fakultas Kedokteran (FK) UII sekaligus Dokter Tim Nasional Sepakbola Indonesia, dr. Alfan membekali peserta dengan pemahaman komprehensif, meliputi:
* ​Pentingnya pola hidup sehat yang terstruktur.
* ​Pengetahuan mendalam tentang penyakit kronis umum dan strategi pencegahannya.
* ​Kesadaran tentang vitalnya kesehatan mental dan sosial bagi lansia.
​Sesi tanya jawab yang interaktif menunjukkan antusiasme tinggi para purnatugas untuk tetap menjalani masa usia lanjut sebagai individu yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif.

​Keseluruhan agenda, mulai dari Fun Games yang penuh tawa hingga Edukasi Kesehatan yang mencerahkan, dinilai sukses mencapai tujuan umumnya yaitu memberikan bekal pengetahuan yang komprehensif agar para purnatugas dapat memiliki badan yang sehat, pikiran yang segar, silaturahmi yang kuat, dan jiwa yang produktif. Kegiatan Outing dan Edukasi Kesehatan ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi purnatugas, tetapi juga sebagai pelayanan kesehatan preventif yang sangat bermanfaat bagi kelanjutan masa purnatugas yang berkualitas. Oleh karena itu, besarnya manfaat yang dirasakan dan nilai positif yang terkandung di dalamnya sangat diharapkan dapat menjadikan agenda ini sebagai program tahunan yang konsisten diadakan oleh UII untuk mendukung kesejahteraan berkelanjutan para purnatugasnya di masa yang akan datang.

 

Baca artikel terkait kami:

Ikut kami di media sosial : Youtube Instagram

 

Loading

Universitas Islam Indonesia (UII) melalui Direktorat Sumber Daya Manusia menyelenggarakan Workshop Penyusunan Angka Kredit Pranata Teknologi Informasi. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 4 November 2025. Pihak universitas memilih Gedung Kuliah Umum Prof. Sardjito sebagai lokasi utama pelaksanaan. Selain itu, sebanyak 45 Pranata Teknologi Informasi di lingkungan UII menghadiri acara tersebut dengan antusias.

Fokus Pengembangan Karier TI di Lingkungan Kampus

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai peraturan jabatan fungsional. Pihak penyelenggara juga menjelaskan mekanisme penilaian angka kredit secara detail dan mendalam. Selain itu, kegiatan ini memberikan informasi terkait jenis kegiatan yang layak untuk diajukan. Panitia memaparkan tata cara serta alur pengajuan kenaikan jabatan fungsional bagi para staf. Tujuannya adalah memotivasi Pranata TI agar terus mengembangkan kompetensi mereka setiap saat. Selanjutnya, peningkatan jenjang jabatan fungsional menjadi fokus utama dalam seluruh rangkaian sesi ini.

Materi Strategis Workshop Pranata Teknologi Informasi UII

Kepala Badan Sistem Informasi UII, Mukhammad Andri Setiawan, hadir sebagai narasumber utama. Beliau menyampaikan materi mengenai kebijakan jabatan fungsional Pranata TI secara komprehensif kepada peserta. Selain itu, beliau memberikan strategi efektif dalam pengelolaan angka kredit bagi tenaga kependidikan. Peran strategis Pranata TI sangat penting dalam mendukung transformasi digital kampus saat ini. Oleh karena itu, narasumber mendorong interaksi aktif melalui sesi ceramah dan diskusi tanya jawab. Peserta kemudian mendalami berbagai permasalahan teknis yang sering muncul selama proses pengajuan karier.

Melalui paparan dan diskusi tersebut, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif dan jelas. Hal ini sangat mendukung pengembangan karier jabatan fungsional mereka di masa depan. Melalui pelaksanaan workshop ini, UII berharap staf TI menjadi lebih siap dan proaktif. Mereka kini mampu merencanakan jenjang karier dengan lebih matang serta terukur. Sekaligus, para peserta dapat berkontribusi secara optimal dalam mendukung tata kelola teknologi kampus. Maka, layanan informasi di lingkungan UII akan semakin berkembang dan berkualitas tinggi. Inisiatif ini menjadi bukti nyata komitmen UII dalam meningkatkan profesionalisme seluruh tenaga kependidikannya. Dengan demikian, setiap staf memiliki peluang besar untuk mencapai puncak karier mereka masing-masing.

 

Baca artikel terkait kami:

Ikut kami di media sosial :

Loading

Yogyakarta, 3 November 2025 – Direktorat Sumber Daya Manusia/Sekolah Kepemimpinan Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Pembekalan Bagi Purna Tugas dan Calon Purna Tugas Universitas Islam Indonesia. Kegiatan strategis ini dilaksanakan pada hari Senin, 3 November 2025, bertempat di Ruang Auditorium Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) UII. Pembekalan diikuti oleh 73 peserta, yang terdiri dari tenaga kependidikan yang memasuki masa purna tugas periode 2021-2025, serta pegawai yang akan memasuki purna tugas pada tahun 2026.

Fokus pada Transisi dan Kemandirian

Pembekalan ini memiliki tujuan fundamental, yaitu mempersiapkan peserta dalam menghadapi masa transisi menuju pensiun. Persiapan yang diberikan mencakup pemahaman yang komprehensif, pembentukan pola pikir positif dan proaktif, serta pembekalan pengetahuan dan keterampilan praktis. Dengan bekal ini, peserta diharapkan dapat menjaga produktivitas, kesehatan, dan kebahagiaan selama masa purna tugas.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber kompeten: Dr. H. Nur Kholis, S.Ag., M.Sh.Ec., Dosen Fakultas Ilmu Agama Islam UII, dan Dra. Mursida Rambe, Ketua Pengurus KSPPS BMT Beringharjo.

Dalam sesi pemaparannya, Dr. Nur Kholis secara tegas menekankan pentingnya memasuki masa purna tugas secara produktif melalui pendekatan kewirausahaan.

“Masa purna tugas dapat diinterpretasikan sebagai fase baru yang tetap produktif berbasis kewirausahaan. Mindset wirausaha perlu dibangun dengan fokus pada penciptaan nilai, keberanian mengambil risiko yang terukur, serta inovasi berkelanjutan untuk mencapai kebebasan finansial dan sosial,” ujar Dr. Nur Kholis.

Inisiatif Mandiri Melalui Pembekalan Purna Tugas UII

Pembekalan Purna Tugas UII bersama dra. Mursida Rambe

Suasana kegiatan Pembekalan Purna Tugas UII di Ruang Auditorium FIAI dengan Pemateri Dra. Mursida Rambe

Gambar 2. Suasana kegiatan Pembekalan Purna Tugas UII di Ruang Auditorium FIAI dengan Pemateri Dra. Mursida Rambe

Sementara itu, Dra. Mursida Rambe di awal materinya beliau memaparkan peran strategis lembaga koperasi dan pentingnya inisiatif mandiri bagi para purna tugas. Beliau menjelaskan bahwa selama menjadi pengurus KSPPS Beringharjo, Ia berperan aktif dalam membangun, mendorong, mendidik, dan memberikan pendampingan untuk meningkatkan kesejahteraan Anggota.

Mengaitkan hal tersebut dengan semangat purna tugas, Dra. Mursida Rambe mengutip prinsip dasar perubahan:

“Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri. Prinsip ini sangat relevan bagi purna tugas, karena masa pensiun adalah momentum bagi kita untuk mengambil kendali penuh dan berinisiatif mengubah nasib menjadi lebih sejahtera dan bermakna,” jelas Dra. Mursida Rambe.

UII berharap melalui pembekalan ini, seluruh peserta mampu merumuskan dan memulai usaha atau aktivitas baru sesuai minat, potensi, dan sumber daya yang dimiliki. Munculnya motivasi yang kuat didorong oleh materi dan wawasan luar biasa yang telah disampaikan oleh dua narasumber yang sangat kompeten. Harapan utamanya adalah masa pensiun dapat dijalani secara lebih bermakna, mandiri, dan sejahtera.

 

Baca artikel terkait kami:

Ikut kami di media sosial :

Loading

DSDM/SK UII bekerja sama dengan BSI UII. Mereka menyelenggarakan Workshop BIT Advance bagi tenaga kependidikan UII. Kegiatan penting ini berlangsung pada 15–17 Oktober 2025. Pihak universitas menyasar peserta yang telah lulus tahap Basic dan Intermediate. Selanjutnya, panitia membagi lokasi acara menjadi dua tempat utama. Kelompok non-fungsional menempati Auditorium FTSP UII. Sementara itu, kelompok fungsional mengikuti sesi di Gedung Kuliah Umum Prof. Sardjito.

Fokus Pengembangan Sistem AI Otomatis

Panitia merancang Workshop BIT Advance secara khusus. Hal ini bertujuan agar peserta mampu membangun sistem AI secara mandiri. Oleh karena itu, materi pelatihan fokus pada efisiensi pekerjaan di lingkungan kampus. Para narasumber membimbing peserta menyusun pondasi prompt engineering tingkat lanjut. Materi tersebut mencakup enam elemen utama sebagai dasar perancangan. Elemen ini mulai dari perumusan use case hingga penyusunan instruksi detail. Selain itu, sistem AI ini nantinya akan bekerja secara otomatis sesuai kebutuhan divisi.

Inovasi Melalui AI Generator App

Selanjutnya, para peserta juga mempelajari pembuatan AI Generator App. Aplikasi ini dapat mereka terapkan langsung dalam bidang kerja masing-masing. Peserta kemudian menyusun blueprint permanen untuk penggunaan yang berkelanjutan. Direktur DSDM/SK UII, Ibu Ike Agustina, memberikan apresiasi tinggi dalam sambutannya. Beliau memuji semangat peserta yang telah mencapai tahap mahir ini. Beliau juga berharap inovasi ini memberikan dampak nyata di meja kerja. Dengan demikian, kualitas layanan universitas akan semakin unggul dan cerdas. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi digital UII yang lebih luas.

Oleh karena itu, workshop ini membawa harapan besar bagi masa depan digital UII. Tenaga kependidikan kini siap menghadirkan solusi kerja yang cerdas dan efisien. Selanjutnya, pemanfaatan teknologi AI akan memangkas beban kerja manual secara signifikan. Hal tersebut sejalan dengan visi UII untuk menjadi kampus yang berkelanjutan. Maka, seluruh unit kerja dapat berkolaborasi dengan lebih efektif. Pada akhirnya, inovasi ini membuktikan dedikasi UII dalam pengembangan kapasitas SDM. Inovasi teknologi akan terus mendukung kemajuan akademik di seluruh lingkungan kampus UII.

 

Baca artikel terkait kami:

Ikut kami di media sosial : Youtube Instagram

Loading

Selasa (12/08) – Universitas Islam Indonesia (UII) kembali mencatatkan sejarah dengan penambahan satu guru besar baru. Kali ini, Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., M.T., dosen Jurusan Informatika, Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII, meraih jabatan akademik tertinggi dalam bidang Sistem Pendukung Keputusan Klinis. Dengan pencapaian ini, UII kini memiliki 56 guru besar, yang 50 di antaranya aktif berkontribusi di berbagai bidang keilmuan. Prof. Sri Kusumadewi -Bu Cicie- menjadi bagian penting dari perjalanan akademik UII, yang semakin memperkuat posisinya di dunia pendidikan tinggi Indonesia.

Literasi Data dan Harapan Warga UII

Sambutan dari Perwakilan YBWUII

Acara serah terima Surat Keputusan (SK) Kenaikan Jabatan Akademik Profesor ini berlangsung dengan khidmat di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII, pada Kamis, 12 Agustus 2025. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., turut memberi sambutan. Beliau menyerahkan SK kepada Rektor UII, Fathul Wahid. Fathul Wahid kemudian melanjutkan prosesi serah terima kepada Prof. Sri Kusumadewi.

Serah terima ini merupakan pencapaian penting bagi Prof. Sri Kusumadewi. Bagi UII, ini momen penting sebagai lembaga pendidikan tinggi yang terus berkomitmen mencetak tenaga pengajar berkualitas. Fathul Wahid, dalam sambutannya, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas penambahan guru besar baru di UII.

Rektor UII, Fathul Wahid, berharap bahwa capaian ini bukan hanya memberi manfaat bagi Prof. Sri Kusumadewi, tetapi juga menjadi simbol bagi kemajuan institusi serta kontribusinya kepada masyarakat. Menurut Fathul, dengan adanya penambahan profesor ini, UII semakin menguatkan posisinya sebagai universitas yang menghasilkan pemikir dan akademisi yang dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Lebih jauh, Fathul juga menekankan pentingnya pemahaman tentang data dalam era digital seperti sekarang. Orang kini mengibaratkan data sebagai “minyak bumi baru” karena memiliki nilai yang sangat tinggi, mirip dengan peran minyak bumi pada masa revolusi industri. Namun, Fathul Wahid menyampaikan, orang tidak akan mendapatkan manfaat dari data jika mereka tidak mengelolanya dengan baik. Kita perlu memperoleh data dari sumber yang tepat, menyiapkannya dengan benar, dan melindunginya sesuai dengan prinsip-prinsip privasi yang berlaku.

Fathul Wahid menambahkan, “Sebagai akademisi, kita harus lebih memahami literasi data. Salah paham dalam memosisikan data dalam pengambilan keputusan bisa berbahaya, terutama jika kita terlalu bergantung pada algoritma tanpa memahami konteksnya.” Dalam konteks ini, Fathul mengingatkan agar civitas akademika UII tidak terbawa arus untuk menyerahkan sepenuhnya pengambilan keputusan kepada mesin, tanpa melibatkan pertimbangan manusia yang bijak.

Peran-Tanggung Jawab Guru Besar

Smbutan dari LLDIKTI V

Prof. Sri Kusumadewi sendiri menyampaikan bahwa pencapaian sebagai profesor membawa tanggung jawab yang lebih besar, terutama dalam bidang pengajaran. Menurutnya, tugas seorang profesor bukan hanya menghasilkan karya ilmiah atau buku. Profesor juga harus menjaga dan mengembangkan kualitas perguruan tinggi. Sebagai profesor, kita harus lebih mengutamakan kualitas dalam mengajar. Tantangan mengajar kini lebih besar karena mahasiswa yang beragam, dan kita harus selalu memperbarui materi perkuliahan,” ujarnya.

Sri Kusumadewi menekankan bahwa seorang profesor di dunia pendidikan tinggi harus mengajar dan meneliti. Selain itu, mereka juga berkewajiban memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. “Kita harus bisa menerjemahkan ilmu yang kita miliki dalam bentuk aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” jelasnya.

Sebagai profesor yang aktif di Pusat Studi Informatika Medis (PSIMed) UII, Sri Kusumadewi berharap bidang keilmuannya dalam Sistem Pendukung Keputusan Klinis dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan. Di Indonesia, penerapan sistem ini masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah budaya kerja dan tingkat penerimaan terhadap teknologi informasi di sektor kesehatan.

Sri Kusumadewi menyatakan, “Saya ingin berperan dalam memanfaatkan data kesehatan yang saat ini mulai diintegrasikan oleh pemerintah. Data ini akan sangat berguna dalam membantu pengambilan keputusan, khususnya di sektor kesehatan.”

Pengabdian untuk Masyarakat

Selain itu, Prof. Sri Kusumadewi juga memprakarsai pembentukan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) di lingkungan Universitas Islam Indonesia. Melalui Posbindu, setiap pegawai UII akan mencatat data kesehatan mereka secara berkala untuk memantau kondisi kesehatan dari waktu ke waktu. Mereka akan menggunakan data yang terkumpul untuk skrining kesehatan, deteksi dini, serta tindakan pencegahan terhadap penyakit tidak menular (PTM).

“Kami ingin Posbindu ini menjadi sarana yang efektif dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan sivitas akademika UII. Kami berharap ini dapat menjadi model yang bermanfaat untuk lingkungan kampus lainnya,” ungkap Sri Kusumadewi.

Dengan segala pencapaian dan kontribusinya, Prof. Sri Kusumadewi tidak hanya menjadi contoh bagi rekan-rekan sejawat di UII, tetapi juga memberikan inspirasi bagi dunia pendidikan tinggi Indonesia. Peran seorang profesor tidak hanya terbatas pada dunia akademis, tetapi juga pada bagaimana kontribusi tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Melalui perjalanan karirnya yang luar biasa, Sri Kusumadewi menunjukkan bahwa dengan dedikasi dan komitmen yang kuat, seorang akademisi dapat memberikan manfaat yang besar tidak hanya untuk institusi tempatnya bernaung, tetapi juga untuk masyarakat luas dan negara.

Tautan terkait:

 

Ikuti kami di media sosial : Youtube Instagram

Loading

Direktorat Sumber Daya Manusia/Sekolah Kepemimpinan (DSDM/SK) Universitas Islam Indonesia (UII) bekerja sama dengan Badan Sistem Informasi (BSI) UII kembali menyelenggarakan rangkaian pelatihan BIT tingkat menengah bertajuk Workshop Intermediate Prompt Engineering untuk Tenaga Kependidikan, sebagai kelanjutan dari program BIT dasar. Kegiatan yang berfokus pada pengenalan kecerdasan buatan tingkat menengah ini berlangsung pada 25–26 Juni 2025 bagi tenaga kependidikan non-fungsional di Auditorium FTSP UII, serta 4 Juli 2025 bagi tenaga kependidikan fungsional yang dilaksanakan di Ruang Sidang Datar GKU Prof. Sardjito UII. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai teknik prompt engineering satu tingkat di atas level basic, sehingga lebih efektif dalam mengoptimalisasi AI dalam konteks pekerjaan kampus. Narasumber yang hadir ialah Fika Febrika, S.Kom., Enterprise Architect BSI UII untuk sesi non-fungsional, dan Ir. Irving Putra Paputungan, S.T., M.Sc., Ph.D. untuk sesi fungsional.

Sebagai lanjutan dari pelatihan BIT dasar, kegiatan ini menitikberatkan pada penguasaan teknik penyusunan prompt yang lebih efektif, pemahaman konsep mengapa prompt engineering diperlukan, serta kemampuan menyesuaikan layanan AI seperti ChatGPT sesuai kebutuhan pengguna. Peserta juga dibimbing untuk melakukan pemanfaatan AI yang lebih terarah, termasuk kemampuan tenaga kependidikan fungsional dalam mendukung aktivitas riset melalui prompt engineering. Melalui workshop ini, diharapkan peserta dapat memaksimalkan kecerdasan buatan untuk menunjang produktivitas, baik dalam tugas administratif maupun pengembangan akademik di lingkungan UII.

 

Baca artikel terkait kami:

Ikut kami di media sosial : Youtube Instagram

Loading